BRI Makassar Menargetkan Pembiayaan ke Sektor UMKM Tumbuh 127%
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal mengatakan, hampir 70% produk UMKM di Makassar sudah layak ekspor, baik itu sektor kuliner, kerajinan dan desain. Para pelaku UMKM ini sudah kian melek teknologi. Mereka sudah mulai menjual produk lewat media sosial.
Banyak juga yang menjalankan bisnis lewat waralaba atau memasok produk ke hotel-hotel. Beberapa produk UMKM yang sudah berhasil di ekspor di antaranya makanan seperti kerupuk bayam, kacang langkose ke Fipilina, mukena lontara ke Arab Saudi, baju dan lulur badan ke Malaysia.
Peluang ini pula yang dilirik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Menurut Pemimpin Wilayah BRI Makassar Agus Suprihanto, penyaluran kredit BRI wilayah Makassar ke sektor UMKM yang berorientasi ekspor pada kuartal I 2018 meningkat 112% secara year on year (yoy) menjadi Rp 8,5 triliun. Jumlah itu setara dengan 19% dari total penyaluran kredit BRI Wilayah Makassar yang juga meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku.
Tahun ini BRI Makassar menargetkan pembiayaan ke sektor UMKM tumbuh 127% dari pencapaian tahun 2017 yang sebesar Rp 7,9 triliun.
Menurut Agus, sektor-sektor UMKM yang disasar BRI antara lain sektor perikanan, pertanian, perdagangan dan jasa. Di antaranya budidaya rumput laut, tambak udang, tangkapan laut, telur ikan terbang, kakao, kacang mete, kopi, jagung dan kopra.
Potensi ekspor wilayah Sulawesi khususnya Sulawesi Selatan masih di sektor perikanan. Produk yang menjadi unggulan baru ekspor adalah ikan bandeng.
Untuk mendorong pembiayaan di sektor ini yang potensinya masih besar, BRI akan meningkatkan kemampuan tenaga pemasar, perangkat teknologi pendukung layanan perbankan juga pembinaan mitra UMKM. Saat ini BRI Makassar telah memiliki 36 kantor cabang yang melayani transaksi ekspor impor.
