BI: Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 2019 Dikisaran 7,6%
Bank Indonesia wilayah Sulsel memprediksi ekonomi 2019 Sulawesi Selatan meningkat. Kepala Bank Indonesia wilayah Sulsel, Bambang Kusmiarso mengatakan, pada tahun tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Sulsel berada pada pola normalnya, dalam rentang 7,0 – 7,4 persen (yoy).
Pertumbuhan tersebut didukung oleh sisi domestik. Seperti stimulus fiskal pemerintah, serta sisi global dari perbaikan ekonomi negara mitra dagang utama.
“Ya, ditahun 2019, kami perkirakan trend pertumbuhan ekonomi Sulsel berlanjut dalam kisaran 7,2 – 7,6 persen (yoy),” ungkap Bambang.
Menurutnya, beberapa risiko global perlu diwaspadai. Diantaranya, kenaikan suku bunga The Fed yang akan menciptakan risiko capital outflow, yang pada gilirannya dapat meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah dan adanya inward oriented trade policies di beberapa Negara.
“Sementara dari sisi domestik/lokal, risiko penyelesaian pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai jadwal dan disertai harapan bahwa pemilu kepala daerah dapat berjalan aman dan lancar, serta pemanfaatan stimulus fiskal daerah (seperti dana desa) sesuai target peruntukan dan sesuai target penyelesaian,” jelasnya.
Sedangkan dari sisi stabilitas harga, Bank Indonesia dan pemerintah telah menetapkan sasaran inflasi tahun 2018 dan 2019 sebesar 3,5+1% (yoy). Dalam rangka pengendalian inflasi secara berkesinambungan, setiap minggu dan bulan dilakukan monitoring perkembangan harga di 5 kota sampel inflasi.
“Dalam kaitan ini, Bank Indonesia Provinsi Sulsel bersama TPID akan terus mendorong inflasi berada pada rentang sasaran yang telah ditetapkan tersebut,” pungkasnya.
