Men-LHK : ASN Wajib Miliki Tujuh Ciri Public Life Principles
Apresiasi penuh kebanggaan disampaikan Menteri LHK, Siti Nurbaya, kepada 347 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) KLHK Tahun 2017. “PNS berarti kita berada dalam ruang lingkup publik, dan berinteraksi dengan Warga Negara. Secara umum ada ciri-ciri public life principles yang harus diketahui ketika anda semua memasuki dunia publik, bekerja sebagai public servants atau abdi negara dan abdi masyarakat”, ujar Menteri Siti saat memberikan kuliah umum pada Pelatihan Dasar CPNS, di kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BP2SDM Bogor (28/04).
Sebagaimana disampaikan Menteri Siti, ASN wajib memiliki tujuh ciri-ciri public life principles, yaitu tidak berpikir untuk sendiri (selflessness), integritas (integrity), obyektif (objectivity), akuntabel (accountability), terbuka (openness), kejujuran (honesty), dan kepemimpinan (leadership).
“Tidak berpikir untuk sendiri artinya mengutamakan kepentingan publik, dan tidak berbuat dalam rangka memperoleh keuntungan material untuk dirinya sendiri, keluarga atau teman-temannya. Sedangkan integritas yaitu tidak terikat pada ikatan diluar kantor dalam bentuk ikatan finansial, ataupun kewajiban lainnya yang dapat mempengaruhi didalam menjalankan kewajibannya”, jelas Menteri Siti.
Selanjutnya, Menteri Siti menekankan agar ASN dapat bersikap obyektif dalam melaksanakan urusan publik, termasuk dalam hal perjanjian publik, kontrak kerja dengan berbagai pihak serta dalam merekomendasikan untuk penghargaan dan hukuman harus berdasarkan sistem merit, serta bersikap akuntabel dalam keputusannya serta langkah-langkah di lapangan, dan kesiapan dalam menerima pendalaman, pemeriksaan ataupun gugatan publik.
“Akuntabel adalah sisi lain dari responsible (tanggung jawab), maka itu sering disebutkan pentingnya akuntabel transparan supaya tidak korupsi”, tambahnya.
Selain itu, sikap terbuka ASN dimaksudkan agar ASN bersikap transparan terkait semua keputusan-keputusan yang diambil beserta alasan-alasannya, serta menjaga informasi hanya dalam situasi dimana masyarakat luas menghendaki dengan permintaan, dan pertimbangan yang jelas.
Bagi seseorang yang tidak pernah bermimpi menjadi seorang Menteri ini, Siti Nurbaya mengingatkan agar para CPNS terus mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS, kedudukan PNS, menjaga persatuan, dan tidak boleh membiarkan hal-hal yang membuat stabilitas negara terganggu, serta menunjukan kompetensi teknis.
“Kompetensi adalah kewajiban yg harus dilakukan, sedangkan kompetens (competence) adalah menjadi sosok ASN yang percaya diri”, tutur Siti menyemangati para CPNS agar memiliki kepercayaan diri dan sikap tangguh.
“Mulai sekarang tolong ditanamkan jiwa kenegarawanan (statemanship). Hal ini harus dipupuk dari sekarang. Sanggup ga? Harus sanggup ya, karena membela negara, memahami negara, mengetahui struktur negara. Harus punya nilai integritas, visioner, dan optimis, sebagaimana arahan bapak presiden yang meminta kita untuk optimis”, ujar Menteri Siti, saat menceritakan pengalaman bekerjanya sebagai PNS di Departemen Pertanian dan Departemen Dalam Negeri.
“Saya minta tolong untuk membangun jiwa optimisme di masyarakat, dengan memberikan jasa pelayanan publik dengan mengacu pada peraturan yang berlaku”, pesannya kepada para CPNS yang hadir mengikuti kuliah umum ini baik secara langsung, maupun melalui teleconference pada 15 wilayah di seluruh Indonesia ini.
Dalam kesempatan ini, Menteri Siti juga berdialog dengan beberapa peserta CPNS, untuk berdiskusi mengenai fungsi pemerintah bagi rakyat. Dari ketiga peserta yang ditanya oleh Menteri Siti, hampir semuanya menjawab, bahwa pemerintah hadir sebagai pelayan publik dan penampung aspirasi masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk rakyat ada gunanya, yaitu hadir untuk menjaga stabilitas dan keteraturan itu ada, hadir untuk menyiapkan dan menyediakan material untuk kesejahteraan, hadir memberi kesempatan citizenship, serta mendorong proses berdemokrasi”, lanjut Menteri Siti menerangkan.
Selain berpesan agar para ASN dapat belajar terus menerus, dan memperkaya pengetahuan, Menteri Siti juga berpesan agar para ASN dapat menjaga sumber-sumber kekuatan negara yang bersifat partikularistik, dalam rangka menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Bagi para fungsional di lapangan perlu hati-hati melihat, jangan asal tangkap, karena harus melihat posisi perkembangannya, karena ada aturan-aturan baru terkait masyarakat adat, aktivis, dan sebagainya. Sebagai fungsional KLHK, perlu senantiasa mengantisipasi tuntutan publik di masa depan, dan selalu mengajak masyarakat untuk optimis dan berperilaku terpuji”, Menteri Siti kembali berpesan.
Tidak lupa, Menteri Siti juga memberikan tips nya dalam bekerja yaitu selalu mencatat apapun pemikiran yang dimiliki, dan selalu thinking ahead, thinking over, dan thinking across. “Mari kita bersungguh-sungguh mencurahkan perhatian, pemikiran dan daya upaya bagi kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai”, tuturnya.
“Jaga pemerintah kita dengan baik, jaga kementerian dengan baik, dan jaga diri kita semua sebagai birokrat yang baik. Amati terus yang ada di lapangan soal ketimpangan penguasaan ruang, konflik-konflik, amati dengan baik, laporkan kualitas lingkungan, dorong tentang kebersihan sampah, serta lihat inovasi-inovasi di masyarakat dalam rangka ekonomi hijau ataupun hal-hal yang dapat mendorong kelestarian. Jangan lupa ikuti juga Kuis Menteri Siti ya.. ”, pungkas Menteri Siti dengan semangat.
Turut hadir dalam kuliah umum tersebut, para pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama, para widyaiswara, dan fasilitator pelatihan. Di akhir acara, Menteri Siti berkesempatan menuliskan pesan pentingnya secara simbolis dan berfoto bersama para CPNS KHL Tahun 2017.
