Pemprov Sulsel Gelar Lomba Paduan Suara Mars Revolusi Mental
Sebanyak 25 tim pelajar SMA/SMK se Sulsel dan 12 tim cabang Dinas Pendidikan Sulsel mengikuti lomba Paduan Suara Mars Revolusi Mental, di Baruga Karaeng Pattingaloang, Senin (30/4) malam.
Para peserta tampil dengan penuh semangat, lengkap dengan kostum tradisional daerah yang ada di Sulsel, kostum modifikasi atau seragam sekolah dari peserta tingkat SMA.
Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono merasa kaget dengan antusias yang ada.
“Diluar dugaan ya, kemarin saya pikir lombanya hanya tingkat provinsi, ternyata kabupaten-kota ikut, dan hasilnya secepat ini dan sekualitas itu, luar biasa dan saya yakin kayaknya ini bisa tersosialisasi dengan baik,” kata Soni Sumarsono.
Sebelumnya, kolaborasi antara Dinas Pendidikan Sulsel dan Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel menyelenggarakan lomba Mars Revolusi Mental tingkat OPD/SKPD. Selanjutnya para pemenang ini akan dipertandingkan.
“Provinsi mungkin bisa saja kalah. Finalnya ini tiga lawan tiga, jadi ada enam peserta akan dipertandingkan,” jelasnya.
Adapun untuk tingkat SMA/SMK yang keluar sebagai juara pertama adalah SMAN 20 Bone, sedangkan juara pertama untuk Dinas Pendidikan Sulsel Wilayah 1. Dewan juri terdiri dari Andi Agus Salim, Sri Wahyuni dan Andi Amalia Batari.
Pelatih tim SMAN 20 Bone membeberkan, secara teknis persiapan mereka hanya lima hari.
“Alhamdulillah luar biasa, karena jujur ini adalah hadiah juara pertama dan proses kami latihan cukup panjang, sekitar tiga minggu, kami sebenarnya mempersiapkan konser jadi sembari mempersiapkan tiba-tiba ada surat masuk, lima hari karantina setelah itu konser baru berangkat ke sini,” ujar Yandi Pratama.
Sedangkan, Perwakilan dari tim Kabupaten Soppeng Maumuna, menuturkan, persiapan mereka hanya satu hari. Dari Soppeng terdiri dari dua sekolah yang digabung, yaitu SMK 1 dan SMK 4 Soppeng.
“Perasaan kami bangga bisa tampil di depan Gubernur, orang nomor satu Sulsel. Walaupun kami belum jadi yang terbaik tetapi kami yakin sudah memberikan yang terbaik,” ucapnya
