Gudeg Yogyakarta Bakal Tembus Pasar Internasional
Berbicara wisata, Daerah Istimea Yogyakarta tidak ada matinya, dari wisata sejarah, alam dan kuliner ada di kota pelajar ini. Untuk kuliner, Yogyakarta selalu menghadirkan makanan-makanan yang selalu menggugah lidah, salah satunya adalah Gudeg. Wisatawan biasanya belum abdol jika ke Yogyakarta tidak memakan gudeg.
Bahkan makanan khas Yogyakarta ini kini sedang diperjuangkan untuk dapat menembus pasar internasional. Para penjual gudeg di Jalan Wijilan, Kota Yogyakarta bertekad terus mengembangkan potensi kuliner khas Yogyakarta itu untuk go internasional.
“Upaya awal untuk bisa menembus pasar internasional yang kami lakukan hingga saat ini adalah dengan pangalengan gudeg,” kata Ketua Paguyuban Gudeg Wijilan Chandra Setiawan Kusuma di Yogyakarta, Sabtu, 5 Mei 2018.
Menurut Chandra, meski belum seluruhnya, sudah banyak pengusaha gudeg di Yogyakarta, khususnya di Wijilan yang mulai merintis pengemasan gudeg dengan kaleng.
Mengacu riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menurut dia, gudeg yang dikemas dalam kaleng mampu bertahan hingga dua tahun dengan rasa dan aroma yang sama dengan gudeg biasa.
Hingga saat ini, kata dia, melalui paguyuban seluruh anggota pengusaha gudeg didorong untuk melakukan pengalengan.
“Anggota kami ada 15 pengusaha gudeg siapa saja yang ingin melakukan pengalengan kami siap membantu,” kata pemilik Warung Gudeg Bu Lis ini.
Meski demikian, Chandra mengatakan untuk menembus pasar internasional, prinsip utama yang selalu ditekankan kepada pengusaha gudeg adalah menjaga keaslian cita rasa. Hal itu sekaligus untuk mempertahankan posisi gudeg sebagai ikon dan daya tarik kuliner Yogyakarta. (Sumber Warta Ekonomi)
