Petani Buah Naga di Banyuwangi Kebanjiran Order Selama Ramadhan

0
Petani Buah Naga di Banyuwangi Kebanjiran Order Selama Ramadhan

Bulan Ramadhan diyakini sebagai bulan berkah bagi semua orang. Tak terkecuali yang dirasakan oleh Rukiyan, pedagang buah naga organik asal Desa Jambewangi, Sempu, Banyuwangi. Pada bulan puasa ini dia mendapat order buah naga yang melimpah dengan harga yang kompetitif.

“Buah naga kami dipesan untuk mengisi supermarket di Bali, Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogjakarta, hingga Malang. Bahkan permintaan dari manca negara juga mulai berdatangan, di antaranya dari Singapura. Kami tengah menjajaki memasarkannya di Hongkong. Di bulan Ramadhan ini pesanan juga terus meningkat,” kata Rukiyan.

Rukiyan yang merupakan ketua kelompok tani Pucangsari di desanya ini mengatakan, di bulan puasa ini pihaknya mendapat banyak pesanan. Sejumlah distributor langganannya yang memasok buah naga ke sejumlah jaringan ritel besar di wilayah Jawa dan Bali terus melakukan pesanan.

Menurutnya, buah organik ini jauh lebih menguntungkan. “Selain lebih sehat dan rasanya lebih manis alami, buah organik ini lebih tahan lama. Namun yang paling penting, harganya terjaga karena organik,” jelas dia.

Hal lain yang membuat Rukiyan gembira adalah harga buah naga di pasaran yang kini semakin menguat. Harga buah naga kini berkisar Rp. 26.000-27.000 per kilogram di tingkat petani, meningkat dari yang biasanya Rp 8.000 per kilogram.

“Alhamdulillah, selain permintaan pasar yang terus terjaga, harga di pasaran juga meningkat. Harga ini saya prediksi akan terus meningkat hingga Rp. 30 ribu per kilo,” ujar Rukiyan.

Total lahan organik yang digarap poktan Pucangsari ini mencapai 12 hektar. Saat panen raya, dalam satu musim tanam (6 bulan) dapat dihasilkan 40 ton buah naga organik/hektar. “Omset minimal yang kami peroleh dalam satu musim tanam rata-rata sekitar Rp. 300 juta,” terangnya.

Sementara ketika lewat musim panen seperti bulan ini, lanjutnya, dalam ¼ hektar dihasilkan 1,8 kwintal buah naga organik. “Memang produksinya berkurang, namun harganya jauh di atas  normal. Sehingga omset kami tetap tinggi. Alhamdulillah, bagi saya ini berkah Ramadhan dari-Nya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *