Inilah Gitar Sipoholon yang Kualitas Suaranya Sudah Mendunia
Pernahkah anda mendengar nama Gitar Sipoholon?
Menurut penjelasan geografisnya sebenarnya Sipoholon adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara. Sipoholon terkenal akan produk gitar akustiknya yang sudah menasional, bahan mendunia karena kualitas suaranya yang nyaring. Biasanya kalau ada tamu gereja-gereja dari mancanegara, mereka membawa gitar pulang ke negaranya.
Karena suaranya yang nyaring dan bodi gitarnya yang kuat, maka tak heran banyak peminatnya, bahkan mereka kawalahan memenuhi permintaan pasar. Para pengrajin gitar Sipoholon pun tak perlu susah payah memasarkan produknya ke luar daerah. Karena konsumen datang langsung ke Sipoholon membeli gitar. Konsumen mereka pada umumnya kalangan pendidikan/sekolah, gereja-gereja, pribadi hingga pesanan pemilik kedai tuak di Kabupaten Taput.
“Gitar akustik produk Sipoholon sudah dikenal baik oleh pencinta seni musik. Selain itu, kita sudah sering dilibatkan oleh Pemkab untuk mengikuti pameran-pameran pembangunan, semisal perayaan Pesta Danau Toba, ikut serta dalam pameran di Kota Surabaya,” kata Rohobby Siregar sebagai salah satu pengelola home industry Gitar Sipoholon saat ditemui Eljohnnews.com di bengkel gitar miliknya, Rosir Gitar Sipoholon, di Jalan Naipospos/Jalan Tarutung-Balige, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara, pada hari Senin (4/6).
Rohobby mengatakan, karena banyaknya pemrintaan, mereka tidak sempat memasarkan gitarnya ke luar daerah.
“Ya, mungkin konsumen lebih yakin kualitas gitarnya, karena konsumen melihat langsung kita yang mengerjakan pembuatannya. Itulah sebabnya, kita belum pernah memasarkan gitar akustik ini,” papar Rohobby.
Gitar Sipoholon ini selain suaranya nyaring, gitarnya juga kuat atau awet. Pasalnya, bahannya tidak terbuat dari papan triplek sebagaimana gitar pada umumnya, tapi terbuat dari kayu alam sejenis kayu mahoni atau sebutan khas di daerah itu dinamakan kayu antuang dan kayu keras lainnya.
Menurut Rohobby, untuk pembuatan sebuah gitar akustik, sebenarnya mereka cukup hanya menggunakan dua jenis kayu alam. Peruntukkan kedua jenis kayu yakni, untuk body gitar digunakan kayu antuang dan untuk gagang gitar/letak grip digunakan kayu keras semisal kayu kapur maupun kayu merah.
“Penggunaan kayu antuang untuk body gitar,” terang Rohobby.
“Kualitasnya nanti akan menghasilkan suara gitar yang sangat nyaring. Dan menggunakan kayu tersebut, sangat memudahkan pengerjaan bodi, khususnya di saat membentuk lekukkan bodi gitar. Kayunya lembut dan tidak mudah pecah,” tambahnya.
Bahan baku/kayu antuang merupakan kayu lokal asli Tapanuli Utara. Kayu antuang saat ini masih tersedia di hutan-hutan rakyat di Tapanuli Utara.
“Biasanya, kita order per kubik, ya tidak semuanya bisa dipergunakan. Namun, itulah konsekuensi daripada pekerjaan. Karena untuk body/papan depan gitar, harus benar-benar kita pilih yang terbaik jika ingin menghasilkan suara gitar yang sangat nyaring,” ungkap Rohobby.
Untuk harga, Rohobby menjelaskan bahwa gitar kelas menengah Rp800.000 dan untuk kualitas terbaik Rp1,4 juta hingga Rp2 juta.
“Kita kadang kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar. Agar konsumen tidak kecewa, setidaknya kita menyediakan 20 unit gitar stock di toko ini. Karena kita terkendala dengan tenaga ahli,” jelasnya.

