Pariwisata Kabupaten Karo Raih Peningkatan Kunjungan Wisatawan Sebesar 40%
Kunjungan wisatawan ke Kota Berastagi, Kabupaten Karo mengalami peningkatan selama 2017 dan penghujung tahun jumlahnya terus meningkat. Sektor pariwisata mengalami peningkatan terpantau saat memasuki Natal 2017 dan pergantian tahun 2018. Diperkirakan jumlah kunjungan sebesar 20 % bahkan lebih. Pengunjung yang datang ke objek wisata Karo didominasi wisatawan nusantara.
Didominasi wisatawan nusantara, arus kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karo hingga Desember 2017 meningkat hingga 40 %, membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik 24 %.
Kunjungan wisatawan ini dihitung berdasarkan jumlah kunjungan wisata yang memasuki obyek wisata ditambah dengan jumlah wisatwan yang tidak memasuki obyek wisata. Dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya peningkatan PAD dari sektor pariwisata itu belum pernah menyentuh angka 24 %, untuk 2017 kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karo mencapai 101 %.
Hal itu dikatakan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo, Mulia Barus didampingi Sekertaris Kasman Sembiring, pada hari Senin (4/6) di Berastagi.
Menurutnya, berdasarkan data yang dicatat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo total kunjungan wisatawan yang memasuki objek wisata melalui pintu retribusi Gundaling, Semangat Gunung, Raja Berneh, Tongging/Sipisopiso dan obyek wisata lainnya termasuk wisatawan yang tidak memasuki obyek wisata sebanyak 837.476 orang.
Kunjungan wisatawan ini didominasi wisatawan domestik sebanyak 552.430 orang, wisatawan mancanegara sebanyak 2.453 orang Asia, Eropa dan Australia. Sedang wisatawan yang berkunjung tetapi tidak memasuki obyek wisata sebesar 279.159. Paling banyak berkunjung di luar Sumut, wisatawan asal Aceh, Jambi, Riau dan Jambi.
Mulia mengatakan, khusus menyambut Hari Raya Idul Fitri, seperti tahun-tahun sebelumnya diperkiran kunjungan wisatawan ke sejumlah obyek wisata di Karo khususnya kawasan Berastagi sekitarnya Gundaling, Hot Spring Raja Berneh, Lau Debukdebuk akan ramai dikunjungi wisatawan.
“Karena itu kita berupaya membenahi fasilitas-fasilitas wisata yang ada di sejumlah titik obyek wisata. Kita juga mengimbau kepada para pelaku wisata dan dan masyarakat supaya bersama-sama menjaga kebersihan dan memelihara keindahan wisata kita. Kepada pedagang buah dan makanan serta pemilik sado dan kuda termasuk pemilik hotel, maunya jangan menaikkan harga ataupun tarif, supaya wisatawan yang datang tidak kecewa berkunjung kedaerah kita ini,” ucapnya.
“Khusus kepada pengendara dan penumpang mobil, supaya jangan membuang sampah sembarangan dari atas kendaraannya, persiapkan kantongan sampah untuk dibuang pada tempatnya, dan harus tertib berlalulintas untuk menjaga kesemrautan jalan,” tambah Mulia.
Untuk mengatasi parkir yang selama ini momok bagi wisatawan yang berkunjung ke Berastagi, pihak Dinas Pariwisata telah mempersiapkan areal taman Mejuahjuah sebagai lokasi parkir alternatif. Areal ini mampu menampung 100-150 mobil. Selain parkir di taman Mejuahjuah, pihak lain juga berpartisipasi menyiapkan parkir alternatif di sekitar kantor Koramil Berastagi dan lokasi parkir Gereja GBKP Berastagi.
