Potensi Investasi Pariwisata RI Diperkenalkan Kepada Investor Korsel
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan KBRI Seoul menyelenggarakan “Business Networking Dinner” di Korea Selatan (Korsel) beberapa waktu lalu. Acara ini digelar dengan memanfaatkan penyelenggaraan ASEAN-Korea Tourism Investment Seminar 2018. Acara Business Networking Dinner dihadiri oleh investor Korea Selatan yang memiliki potensi untuk menanamkan modalnya di sektor infrastruktur pariwisata Indonesia. Para investor yang mencapai puluhan orang begitu antusias mengikuti jalannya acara.
Wakil Kepala Perwakilan RI di Korsel, Siti Sofia Sudarma mengatakan di acara ini juga diperkenalkan 10 Bali Baru yang dapat dijadikan alternatif bagi warga Koresel untuk berwisata di Indonesia.
“Target promosi kali ini di Seoul tidak hanya untuk meyakinkan pelaku bisnis travelling dan turis Korsel bahwa Bali, yang jadi tujuan populer bagi warga Korsel, sudah aman dari bencana erupsi. Selain itu juga untuk memperkenalkan 10 destinasi wisata ‘Bali Baru’ yang bisa jadi alternatif menarik pelancong asal Korea selain Pulau Dewata. Dan yang tak kalah penting adalah menjaring investor Korsel untuk menanamkan modal di sektor pariwisata Indonesia,” tutur Siti yang membuka acara.
Pertemuan seperti ini wajib digalakan, karena dapat meyakini para investor asing bahwa Pemerintah RI serius menggarap sektor pariwisata, utamanya 10 Bali Baru. Di 10 Bali Baru itu, ada 4 lokasi yang sedang diprioritaskan pemerintah untuk dikembangkan
“ Bagi para investor Korsel juga fokus menanamkan modal di lokasi prospektif, utamanya empat lokasi yang memang sudah punya infrastruktur dasar untuk dikembangkan seperti Bali. Keempat lokasi meliputi Danau Toba, Kawasan Candi Borobudur, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dan Labuan Bajo,” imbuh Siti Sofia.
Pasca erupsi Gunung Agung di Bali pada November 2017 lalu, arus turis Korsel ke Pulau Bali belum pulih sepenuhnya. Target kunjungan turis pada kwartal pertama tahun 2018 masih lesu, terutama jika dibandingkan dengan angka di kwartal awal 2017.
Guna mendongkrak kembali jumlah wisatawan asal Korsel, Wonderful Indonesia semakin agresif menggiatkan upaya menarik turis Korsel ke Indonesia, termasuk menyelenggarakan berbagai sales mission di berbagai kota target utama wisatawan Korsel, termasuk mengikuti ajang Hana Tour Travel Show 2018, Korsel, yang rangkaian kegiatan berlangsung dari tanggal 5 – 10 Juni 2018.
Tahun lalu Korsel menyumbang angka kunjungan turis ke Indonesia sebesar 378 ribu pelancong. Angka ini naik lebih dari 10 persen dari jumlah tahun 2016.
Seiring dengan peningkatan target wisatawan mancanegara sebesar 17 juta wisman tahun 2018, Kemenpar juga menaikkan target turis dari Korsel tahun ini menjadi sebesar 430 ribu pelancong. 
Kolaborasi KBRI Seoul, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Seoul, dan Kemenpar RI siap sedia menyediakan informasi dan fasilitasi bagi para investor Korsel yang ingin segera menanamkan modalnya di Indonesia.
“Kami akan siap membantu,” tegas Wakil Dubes RI kepada para investor.
Laporan yang dirilis organisasi PBB yang menangani pariwisata, UNWTO 2018, menyebutkan bahwa jumlah outbound tourists Korsel tahun 2016 mencapai 22 juta pelancong dengan rata-rata tingkat pertumbuhan yang cukup bagus, yakni lebih dari 15 persen per tahun.
Selama melancong ke luar negeri turis Korsel menggemari kunjung ke daerah perkotaan, pedesaan, wisata bahari, kuliner, kesenian, olah raga dan kesehatan, dimana itu semuanya tersedia di Indonesia.(Sumber KBRI Seoul)
