Tragedi KM Ramos Risma Marisi Tambah Daftar Kecelakaan di Danau Toba

0
KM RAMOS

Kabar kurang sedap kembali datang dari kawasan wisata Danau Toba. Sebuah kecelakaan kapal kembali terjadi di perairan Danau Toba. Kapal Motor (KM) Ramos Risma Marisi mengalami kecelakaan antara Nainggolan, Kabupaten Samosir, ke Pulau Sibandang, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Jumat (22/6) jam 19.00 WIB. Akibat kecelakaan tersebut, 1 orang hilang dan 4 ditemukan.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan disebabkan KM Ramos Risma Marisi menabrak keramba ikan, setelah diterjang cuaca buruk.

Kecelakaan Kapal Motor (KM) Ramos Risma Marisi di perairan Danau Toba, pada Jumat (22/6) malam diduga terjadi karena cuaca buruk. Kapal berpenumpang lima lima orang ini mengalami kecelakaan antara Nainggolan, Kabupaten Samosir, ke Pulau Sibandang, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samosir, Mahler Tamba menjelaskan, kronologi kecelakaan berawal pada pukul 19.00 WIB, saat KM Ramos Risma Marisi baru mengantar penumpang dari Pulau Sibandang ke dermaga Pelabuhan Nainggolan. Setelah menurunkan penumpang, kapal kembali ke Pulau Sibandang dengan kondisi lampu kapal tidak ada.

Di tengah perairan Danau Toba, tiba-tiba kapal menabrak bambu yang ada di tengah danau dan keramba. Nakhoda kapal kemudian meminta dua anak buah kapal terjun ke danau untuk melihat kondisi kipas kapal. Namun, kapal sudah kondisi terdampar sampai ke pinggir danau.

“Kedua anak buah kapal itu lalu mendorong kapal tersebut. Namun, karena cuaca buruk, angin kencang, hujan deras, dan ombak tinggi, kapal dan kedua ABK terbawa ke tengah danau,“ kata Mahler Tamba, saat dihubungi Eljohnnews.com, pada hari Jumat (22/6).

Kedua ABK, diketahui bernama Joifan Situmorang dan Rahmat Dani, berupaya menyelamatkan diri. Namun, hanya Joifan yang berhasil berenang sampai ke pinggir danau. Sementara rekannya, tidak bisa menyelamatkan diri dan terseret arus karena kelelahan. Joifan dan tiga rekannya, masing-masing Sahat Simorangkir, Jolom Sipayung, dan Ama Monang Lumban Raja, saat ini sudah dievakuasi dan menjalani perawatan.

“Kapal ini tersangkut, dua orang kemudian turun untuk mencoba menggeser kapal. Satu orang terseret arus, satu orang lainnya berenang ke tepian dan melaporkan insiden itu kepada warga. Saat itu, perairan Danau Toba memang dilanda hujan deras, angin kencang dan ombak tinggi,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Samosir Mahler Tamba.

Insiden KM Ramos Risma Marisi ini kembali menambah daftar kecelakaan kapal di perairan Danau Toba. Sebelumnya pada hari Senin (18/6), KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba dan sampai sekarang pencarian korban masih terus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *