Buka ASAFF 2018, Presiden Minta Petani Perhatikan Kemasan dan Pemasaran Produk Pertanian
Asian Agriculture and food Forum (ASAFF) 2018 resmi dibuka oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018. Acara ini akan berlangsung empat hari (28 Juni-1 Juli 2018) di Jakarta Convention Center (JCC).
Pembukaan ASAFF 2018 dihadiri antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko, Panglima TNI Hadi Tjahjanto. Selain itu, sederet pelaku usaha turut menyaksikan acara pembukaan ini, seperti Franky Widjaja, Franciscus Werilang, dan lainnya
Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi penyelenggaraan ASAFF 2018 ini. Presiden menyebut acara ini sebagai promosi produk pertanian Indonesia kepada dunia. Namun, Pesiden mengingatkan kepada petani untuk tidak hanya sekedar memproduksi namun juga dapat memperhatikan kemasan dan pemasaran produk-produk pertanian yang dihasilkannya.
“Petani memang mengerti produksi, tetapi juga [harus] pemasaran. Petani tidak hanya produksi beras, tapi harus membentuk kemasan, dan petani harus bisa menjual,” katanya, di Istana Negara, Kamis, 28 Juni 2018.
Presiden minta HKTI sebagai penggagas ASAFF untuk tidak berhenti menanamkan kerjasa samanya dengan pemerintah. Masukan dari HKTI kepada Pemerintah menjadi bagian penting untuk memanjukan produk pertanian nasional.
Dikesempatan ini, Presiden mengingatkan kepada pemangku kepentingan di sektor pertanian untuk berhenti berinovasi untuk meningkatkan produktivitas.
“Terakhir, saya setuju, mengenai riset dan pengembangan, yang kita banyak melupakan ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum HKTI Moeldoko mengatakan ASAFF merupakan salah satu bentuk nyata HKTI terhadap target pencapaian swsembada pangan yang ditetapkan Pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk tahun ini. Swasembada pangan nasional sendiri tujuan utamanya guna memenuhi kebutuhan pangan nasional.
“ Target itu dapat terwujud dengan mempertimbangkan besarnya sumber daya yang ada, termasuk sumber keanekaragaman hayati dan ekosistem pertanian, luasnya potensi lahan subur untuk pertanian, melimpahnya tenaga kerja, tersedianya inovasi dan teknologi serta besarnya potensi pasar dalam negeri dan luar negeri,” ujar Moeldoko.
Selain peserta dalam negeri, ASAFF 2018 juga diikuti peserta luar negeri dari tujuh negara. Sedangkan untuk program di event ini, menyajikan lima kegiatan utama yang dilaksanakan yaitu Konferensi Pangan Asia, Pameran Pertanian Asia, Forum Bisnis, Fodd Festival dan Anugrah Pengharagaan Inovasi Pertanian.
Selama pameran juga digelar berupa talk show, sharing sessin, karya petani milineal, karya perempuan tani, festival makanan Indonesia dan negara-negara asia lainnya serta berbagai kegiatan edukasi.
