Guna Perbanyak Pekerja Digital, Kemnaker Luncurkan Innovation Room

0
_DSC1029

Bagi anda yang ingin bekerja di bidang teknologi  digital namun masih kurang pengalaman, kini tidak perlu khawatir karena Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menyediakan sebuah ruang untuk mewujudkan mimpi anda tersebut. Ruangan tersebut diberi nama “ Innovation Room” yang  diluncurkan Menteri Tenaga Kerja danTransmigrasi (Menaker) Hanif Dakiri, di Lantai M Gedung Parkir Kemnaker, Kamis, 28 Juni 2018.

Ruang Inovasi ini dilengkapi sejumlah program dan fasilitas bagi startup.  Masyarakat  yang ingin mengasah keterampilannya di bidang teknologi digital dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara cuma-cuma.  Nantinya Ruang inovasi ini   berfungsi sebagai hub atau pusat ekonomi digital, karena memiliki layanan berbagi ruang kerja (coworking space) hingga memberi sertifikasi bagi pekerjanya.

Hanif mengatakan penguasaan teknologi yang didominasi oleh generasi millenial dewasa ini, mendorong Kementeriannya untuk bisa memfasilitasi anak-anak muda dalam berkreasi sehingga dapat menekan jumlah pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi milenial.

Inovation room ini merupakan salah satu terobosan dari kementerian ketenagakerjaan untuk membantu pengembangan digital skill di Indonesia dan untuk menumbuhkan creativepeurship anak-anak muda,” kata Hanif disela-sela peluncuran Innovation Room, Kamis, 28 Juni 2018.

Hanif menyebut ada dua tujuan yang ingin dicapai oleh kehadiran Innovation Room ini. Tujuan pertama yakni memperdalam keahlian generasi millenial yang suka dengan dunia digital. Nanti akan ada program pelatihan yang spesifik di bidang yang terkait dengan IT.

“Yang kedua kita juga memfasilitasi anak anak muda yang memiliki kreativitas untuk mengembangkan industri-industri yang berbasis startup,” ujar Hanif.

Menurut Hanif, pihaknya akan mengevaluasi hasil yang diraih Innovation Room ini. Jika  banyak masyarakat yang antusias maka kedepan Inovation Room akan dibangun di Balai Latihan yang berada dibawah naungan Kemnaker.

“Kedepan tentu akan kita kembangkan. kalau setelah kita evaluasi ini berjalan dengan baik. Dan selama ini kalau kita lihat peminatnya memang cukup besar. Kita akan akan replikasi ini di balai-balai latihan kerja yang ada di bawah kementerian. Itu ada  17 balai pelatihan tenaga kerja,” ungkap Hanif.

Pembangunan Innovation Room ini didasari atas tingginya perusahaan rintisan  (starup) dalam negeri. Data dari Kemenakertrans mencata per 22 Juni 2018, jumlah starup Indonesia mencapai  1.830 perusahaan. Alhasil, Indonesia menjadi negara keenam dengan jumlah startup terbanyak di dunia.

“Ini bisa meningkatkan (jumlah) pekerja di bidang teknologi informasi,” tegas Hanif.

Saat ini, ada 10 startup yang tergabung dalam ruang inovasi ini. Semua startup tersebut bakal menjalani lima fase yaitu riset dan pengembangan; sosialisasi dan perekrutan; peningkatan kemampuan; sertifikasi; serta, kolaborasi. Untuk itu, pusat ini akan menjadi penghubung antara perusahaan yang ingin berkolaborasi dengan startup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *