Event Pariwisata Internasional Harus Rutin Diadakan di Sulsel
Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan mendorong kegiatan-kegiatan pariwisata seperti pertemuan bisnis internasional antara penjual produk (seller) dari luar negeri maupun pembeli produk paket wisata (buyer).
“Kegiatan yang selalu dilakukan oleh TTC Travel Mart ini adalah kegiatan yang berskala internasional dan even seperti ini tidak tiap tahun digelar,” ujar Ketua DPD Asita Sulawesi Selatan Didi Leonardo Manaba di Makassar, Senin.
Ia mengatakan pada even pariwisata internasional yang digelar di Makassar, dirinya langsung memerintahkan kepada 300 anggota badan promosi pariwisata atau pengusaha travel untuk ikut ambil bagian tersebut.
Didi menerangkan kegiatan terakhir yang dilaksanakan TTC Travel Mart di “Kota Anging Mammiri” ini pada 2014. Karenanya, pertemuan bisnis (b-to-b) ini akan sangat bermanfaat bagi para pengusaha perjalanan wisata.
“Jarang-jarang ada kegiatan yang berskala internasional dengan member sellernya ada dari benua-benua seperti Asia, Eropa dan Timur Tengah. Makanya, seluruh anggota saya ikut semuanya,” katanya.
Dia mengatakan banyaknya seller dan buyer yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini membuktikan jika pangsa pasar dari Asia khususnya Indonesia sangat besar.
Ia menyebut 78 seller dan 117 buyer dari mancanegara yang umumnya adalah dari negara-negara Asia, kemudian dari Timur Tengah dan Eropa menjadi bukti seriusnya menggarap pasar Indonesia.
“Ada 78 seller dan 117 buyer itu tidak gampang. Mereka datang dari berbagai negara, makanya anggota saya ikut semua. Ini adalah pertemuan business to business antara seller dan buyer yang dilakukan secara profesional,” terangnya.
