Wisatawan Mancanegara Akan Meriahkan Banyuwangi Ethno Carnival 2018
Sebanyak 35 wisatawan asing akan turut serta meriahkan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang akan digelar pada (29/7). Event karnaval yang memadukan antara modernitas dan tradisional ini selalu menampilkan ciri khas kebudayaan Banyuwangi. BEC kali ini mengangkat tema ‘Puter Kayun’ ini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda, event BEC yang sekaligus menjadi ajang promosi wisata Banyuwangi ini sangat menarik perhatian para wisatawan mancanegara. Sengaja kami umumkan lewat media sosial tentang event ini, dan banyak wisman yang memberikan responnya dan menyatakan ingin ikut serta dalam BEC 2018,” tutur Bramuda.
Para wisatawan asing yang turut serta dalam BEC nanti pun akan mengenakan kostum Gandrung dan Jebeng Thulik. Salah satu wisman Monther Rasheed mengaku senang bisa ikut dilibatkan dalam event karnaval ini. Pemuda asal Palestina yang mengikuti program beasiswa Darmasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mulanya diberitahu kawannya soal pengumuman BEC di salah satu sosial media.
“Awalnya saya diberitahu kawan saya tentang event ini yang pengumumannya di-upload di sosmed. Saya langsung mendaftar bersama beberapa kawan,” ujar Monther.
Selain Monther, ada pula Anne Reina asal Jerman. Anne mengaku pada mulanya membaca tentang gelaran BEC dari grup facebook Backpacking Indonesia. Anne yang sedang melakukan perjalanan bersama sang suami ini tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut.
“Mumpung kami berada di Indonesia, kami sempatkan untuk mendaftar agar bisa ikut di event ini. Apalagi kami sangat suka menikmati seni dan budaya lokal dari tempat-tempat yang kami datangi. Sekalian nanti ingin jalan-jalan ke objek wisata yang ada di Banyuwangi,” kata Reina.
Untuk diketahui, BEC tahun ini akan mengajak para pengunjungnya untuk lebih bisa menikmati atraksi karnaval. Selain panggung utama di Taman Blambangan Banyuwangi, dalam BEC kali ini juga terdapat 10 spot panggung yang tersebar di beberapa titik, dimana tiap titik menampilkan 10 sub tema. Yakni Kupat Lepet, Tapekong, Oncor-oncoran, Keris, Buyut Jakso dan Gedogan. Ada pula sub tema jaran (kuda), dongkar (delman), ejeg (kusir), dan segoro (pantai) Watu Dodol. Ke-10 sub tema tersebut disulap dalam bentuk busana yang unik dan megah.
