Gempa 2006, Picu Hilangnya Sumber Air

0
Sejumlah warga antre pembagian air bersih di Desa Kertasari,

Sejumlah warga antre pembagian air bersih di Desa Kertasari, Kabupaten Tegal, Jateng, Selasa (7/10). Pemerintah Kabupaten Tegal mendroping air bersih sebanyak 48.000 liter air bersih untuk 3 kecamatan 25 desa yang mengalami kekeringan saat musim kemarau. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/nz/14

Kekhawatiran mulai menghingapi masyarakat di dataran tinggi di Bantul setelah debit air terus menyusut. Sementara musim kemarau tahun ini belum ada tanda-tandan segera berakhir.

Kondisi sulit itu direspons Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bantul melakukan droping air bersih untuk menopang kebutuhan air bersih warga. Berkurangnya sumber air kehabisan persediaan salah satunya akibat peristiwa gempa bumi tahun 2006 silam.

“Sejak peristiwa gempa 2006 lalu, dipusat sumber air debitnya makin kecil bahkan hilang. Akibatnya belum selesai musim kemarau berakhir air sudah menipis,” ujar Kepala Dusun Geger Nardi Suprapto, Kamis (20/9).

Nardi mengatakan, sebenarnya warga masih bisa menggantungkan kebutuhan air bersih dari sumber air. Persoalannya ketersediaan air di sumber terus berkurang. Oleh karena itu dalam berbagai kesempatan pihaknya terus minta agar wilayahnya digelontor air bersih. Permintaan air bersih terpaksa dilakukan karena fakta dilapangan sudah menipis.

Nardi mengatakan, wilayah Geger lokasinya paling tinggi di Bantul bagian selatan. Kondisi geografis yang sulit mengakibatkan setiap kemarau air bersih selalu menjadi persoalan. Tetapi sebelum gempa bumi tahun 2006 melanda, persediaan air melimpah sepanjang tahun. Tidak ada cerita waktu itu warga sampai merengek minta pasokan air bersih dimusim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *