Museum Kota Bandung Hadirkan Sejarah Perkembangan Kota Bandung
Museum Kota Bandung terletak persis di seberang Taman Sejarah Kota Bandung dan Bandung Planning Galery diresmikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, Rabu (31/10/2018) kemarin. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh wali kota.
Di Museum Kota Bandung, tersaji sejarah Kota Bandung sejal awal berdiri hingga saat ini. Wali Kota Bandung menyebut museum adalah sebuah etalase kota yang sangat mendidik.
“Bagi saya museum adalah etalase kota, tidak hanya bicara soal sejarah dan fosil peninggalan purba. Tetapi lebih dari itu, kita bisa melihat perkembangan seni dan budaya teknologi di sebuah kota dari museumnya,” kata wali kota.
Kehadiran Museum Kota Bandung diharapkan bisa menjadi destinasi wisata edukasi baru bagi warga Bandung maupun wisatawan yang datang ke Kota Bandung.
Ketua Tim Pendiri Museum Kota Bandung, Hermawan Rianto menyebutkan museum terbagi menjadi dua area kunjung utama. Pertama, area depan yang merupakan gedung cagar budaya tipe A. Area depan ini menampilkan sejarah Kota Bandung dan sejarah pergerakan kebangsaan yang terjadi di Bandung.
Kedua, area belakang yang akan diisi dengan berbagai produk budaya Kota Bandung, mulai dari agama, seni, sosial, budaya, ekonomi, hingga teknologi. Di gedung modern setinggi tiga lantai itu akan diisi dengan artifak yang didominasi oleh 60% foto, 20% dokumen dan arsip, 10% grafis, dan 10% artifak lain.
“Kehadiran Museum Kota Bandung ini sebagai museum budaya yang diperuntukkan sebagai wadah kajian pengembangan sejarah untuk generasi selanjutnya,” tutur Hermawan.
Koleksi dan materi museum ini berasal dari berbagai sumber sejarah, baik peninggalan sejarah yang ada di masyarakat maupun materi sejarah dari museum-museum di Indonesia dan Belanda.
“Kita sudah bekerja sama dengan museum di Belanda untuk pengembangan materi sejarah di Museum Kota Bandung,” ungkap Hermawan.
