Keluarga Korban Minta Pencarian Penumpang Pesawat Lion Air JT-160 Terus Dilakukan
Pemerintah hari ini, Senin, 5 November 2018, menggelar pertemuan dengan para keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-160 di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur. Perwakilan pemerintah yang hadir di pertemuan ini adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Selain itu pertemuan juga dihadiri Kepala Basarnas Muhammad Syaugi dan petinggi Lion Air yakni sang pemilik Rusdi Kirana dan Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait.
Diselimuti suasana haru dan emosional, keluarga korban meminta proses pencarian jasad penumpang terus dilakukan. Permintaan ini diantaranya disampaikan Adik penumpang Ahmad Endang Rokhmana. Ia mengaku dirinya takut pemakaman secara massal akan dilakukan tanpa informasi kepada keluarga.
“Kami berharap sekecil apapun harapannya, jasad korban bisa ditemukan dengan keadaan terbaik. Saya mohon proses identifikasi tetap dilanjutkan,” ujarnya sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Silvano Majid.
Menanggapi pernyataan itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan proses evakuasi korban diperpanjang selama tiga hari ke depan terhitung Senin, 5 November 2018. Budi mengaku Presiden Joko Widodo telah memberikan perintah untuk mengerahkan semuanya mencari korban dan badan pesawat.
“Beliau (Jokowi) berpesan proses pencarian ini dilakukan all out, sungguh-sungguh, bahkan diminta 24 jam,” ujar dia saat menjelaskan proses evakuasi kepada keluarga korban di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin, 5 November 2018.
Budi memaparkan, sejauh ini proses evakuasi badan pesawat dan jenazah korban telah dilakukan. Blackbox atau kotak hitam berisi rekaman data penerbangan juga sudah ditemukan. Sementara, sebanyak 138 kantong jenazah telah dikirimkan ke RS Polri untuk diidentifikasi.
“Kemenhub akan melakukan investigasi bersama KNKT dan akan memberikan masukan proses investigasi akan berjalan dengan baik,” kata Budi.
Budi mengaku telah meminta pihak Lion Air melakukan pendampingan kepada keluarga korban. Tak berhenti di Lion Air, dia meminta para pemangku kepentingan penerbangan ikut bertanggung jawab.
“Saya minta kepada Lion Air untuk melakukan pendampingan keluarga korban dan fasilitasi kebutuhan keluarga korban. Tak cuma Lion Air, tapi seluruh stakeholder aviasi melakukan bantuan,” kata dia.