Bangkitkan Pariwisata NTB, Kemenpar Gelar Sales Mission NTB di Thailand

0
21504

Kementerian Pariwisata (Kemenpar)tak henti-hentinya untuk mempromosikan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca provinsi itu diguncang gempa. Kali ini, NTB akan dipromosikan di Thailand melalui program Sales Mission NTB.

Sales Mission akan digelar pada Rabu, 14 November 2018 mendatang di Pullman Hotel G, Thailand.  Untuk mengolkan misi ini, Kemenpar mengajak 16 peserta yang terdiri dari dari 13 TA/TO dan 3 hotel. Ada juga 1 perwakilan dari asosiasi. Mereka pun menyertakan 1 media. Para peserta sepakat untuk mengibarkan bendera Wonderful Indonesia di Thailand.

Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, menyebut Thailand memiliki potensi untuk mendatangkan wisatawannya ke NTB.

“Pariwisata NTB secepatnya harus bisa pulih. Beragam cara terus diberikan, di antaranya melalui agenda Sales Mission di Thailand ini. Thailand ini dipilih karena potensinya besar. Pergerakan wisatawan di sana sangat positif,” ungkap Giri dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 November 2018.

Pertumbuhan pariwisata di Neger Gajah Putih sudah tak diragukan lagi. Sepanjang 2017 saja, Thailand mampun memposisikan pertumbuhan pariwisatanya di angka 8,7%. Untuk inbound-nya mencapai 32,5 juta wisman pada 2016.Jumlah ini tumbuh 8,91% dari tahun sebelumnya yang mencapai 29,8 juta wisman.

Penerbangan ke luar yang jumlahnya terus  meningkat juga menjadi penyumbang pertumbuhan pariwisata di Thailand.Pada tahun 2015, arus penrbangan ke luar di Thailand mencapai 14,3 % dari total populasi.Angka riilnya adalah sekitar 9,7 juta flight dalam setahun.

“Jadi sangat strategis bila program Lombok Bangkit ini dilakukan di Thailand. Secara postur, Thailand ini sangat menjanjikan. Kemampuan ekonomi masyarakatnya juga bagus seiring kontribusi besar dari pariwisatanya,” terangnya.

Pariwisata Thailand juga mampu memberikan impact positif. GDP Thailand pun mencapai 2,8% pada 2015 dengan nilai yang berada pada level USD 395,2 miliar. Pergerakan dari wisman Thailand ke Indonesia juga meningkat 37,7% pada 2017. Jumlah riilnya sekitar 106.510 orang. Lalu, target 125 ribu orang pun dipasang Kemenpar untuk tahun ini.

“Arus wisman dari Thailand ini sangat positif. Pertumbuhannya sangat kompetitif. Dari situ, ada value besar yang bisa dimanfaatkan khususnya oleh pariwisata NTB yang sedang bangkit. Dengan postur yang ada, kami optimistis Sales Mission di Thailand akan membukukan potensi transaksi yang bagus,” ujar Giri.

Kawasan di Thailand yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) adalah kawasan selatan Thailand, jumlahnya mencapai 7 juta per tahun. Para wisman tersebut diajak menikmat sejumlah destinasi unggulan di Thailand yakni Phuket, Krabi, hingga Koh Samui.

Giri menambahkan koneksi bisnis dengan buyers lokal Thailand memberikan banyak keuntungan. Sehingga ia berharap deal bisnis pun bisa menjanjikan.

“Sama seperti program Sales Mission lainnya, para sellers akan bertemu dengan buyers Thailand secara langsung. Dari situ, diharapkan adanya deal bisnis yang positif dan menjanjikan. Ke depannya bisa terus memberikan pengaruh baik bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia,” tegasnya lagi.

Meski hanya digelar sehari, beragam formulasi terbaik sudah disiapkan Sales Mission NTB di Thailand. Presentasi beragam potensi pariwisata akan dilakukan NTB yang dilanjutkan dengan diskusi. Sesi B to B Meeting (Table Top) pun diberikan. Sebanyak 16 sellers NTB tersebut akan dipertemukan dengan 50 buyers Thailand. Program tersebut juga diisi dengan keramahan, jamuan makan, dan doorprize.

“Percepatan pertumbuhan pariwisata di NTB harus dilakukan. Momentum tersebut ada pada saat ini. Optimalisasi juga harus dilakukan apalagi sebentar lagi ada perayaan pergantian tahun. Destinasi NTB ini tetap eksotis,” ujar Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Iyung Masruroh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *