Menko Luhut Ajak Investor China Perbesar Investasi di Indonesia

0
whatsapp-image-2018-11-27-at-120104-pm-1-c9ff96e8d65c2534154a4d592756f4b6_600x400

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mempromosikan kemudahan berinvestasi kepada peserta Seminar Lima Tahun Kerja Sama Strategis dan Komprehensif Indonesia-Tiongkok yang digelar di Jakarta, Selasa, 27 November 2018. Dengan banyaknya kemudahan ini, Luhut pun mengajak  investor China dapat memperbesar investasinya di Indonesia.

Luhut menyebut keberhasilan Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun menjadi progres yang baik bagi para investor.

“Indonesia memiliki berita baik seperti peningkatan peringkat kemudahan berbisnis. Indonesia juga berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil,” kata Luhut dalam acara Seminar tersebut.

Menurut Luhut, China merupakan pasar potensial bagi Indonesia salah satunya dalam hal investasi. Tidak sedikit nilai investasi yang digelontorkan investor China di Indonesia dan hasilnya dapat menguntungkan kedua negara.

Saat ini, pemerintah Indonesia sedang fokus dipengembangan infrastruktur yang progresif. Pengembangan infrastruktur ini sangat cocok bagi investor China, mengingat China menjadi salah satu negara yang kaya akan infrastruktur.

Selain infrastruktur, program dana desa juga ikut dipamerkan oleh Luhut, diikuti program pembangunan kawasan ekonomi khusus, dan peringkat investasi global RI yang membaik.

Berdasarkan data, investasi China (termasuk Hongkong) di Indonesia pada 2017 adalah sekitar 5,5 miliar dolar AS atau sekitar 17 persen dari keseluruhan investasi.

Luhut mengapresiasi hubungan Indonesia dan China yang semakin erat dan kerja sama yang terus ditingkatkan, khususnya di tiga tahun terakhir ini.

“Indonesia dan China perlu mempromosikan kemitraan global dan regional yang lebih baik. Kedua negara memiliki kapasitas untuk melakukan hal itu,” ucapnya.

Senada dengan Menko Maritim, pendiri CSIS Jusuf Wanandi menyatakan penting bagi RI-China untuk memperkuat kerja sama di era yang dipenuhi ketidakpastian global.

Sementara itu, Dubes China untuk Indonesia Xiao Qian memaparkan kepala negara negara telah saling mengunjungi guna memperkuat kerja sama.

Selain itu, Xiao Qian juga mengingatkan tentang berbagai program kerja sama telah mulai dilaksanakan seperti kereta cepat Jakarta-Bandung.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan optimistis kebijakan Pemerintah merelaksasi daftar negatif investasi (DNI) dapat menarik lebih banyak investor asing ke Indonesia, khususnya dari bidang UMKM. (Sumber Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *