Antisipasi Puncak Musim Hujan, Pemprov DKI Kebut Normalisasi Sungai
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi puncak musim hujan. Salah satu cara yang dilakukan Pemprov dengan melakukan normalisasi sungai. Bahkan saat ini, pengerjaan normalisasi sungai sedang dikebut.
“Kita fokus lakukan perbaikan turap dan pengerukan sungai,” kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam siaran pers, Senin (03/12/2018).
Dalam normalisasi ini, ada beberapa hal yang dilakukan Pemprov, antara lain pengerukan singai, waduk, situ dan embung. Selain itu, Pemprov juga memperbaiki turap sungai dan saluran air, membangun tanggul sungai dan saluran air serta mengoptimalkan pompa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, untuk memaksimalkan pengerukan, pihaknya telah mengerahkan 241 unit alat berat untuk mengeruk sungai, waduk dan situ.
Ada beberapa waduk dan embung yang sudah dilakukan pengerukan, diantaranya Waduk Kampung Rambutan, Waduk Pondok Rangon, Waduk Cimanggis, Wadung Cilangkap Giri Kencana, Waduk Jalan Kaja 2, Situ Babakan, Waduk Pekayon, Waduk Babek TNI, Waduk Jagakarsa, Embung Aselih dan Embung Jl. Cendrawasih.
Pengerukan juga berlangsung di saluran penghubung (PHB) Kali Duri di Jalan Subur Baru Raya, Kali Setneg, Kali Item, Kali IKIP, Kali Krukut Tambora dan saluran PHB Swadharma. Dinas SDA Provinsi DKI juga memperbaiki turap sungai atau saluran air untuk mengoptimalkan aliran air.
Perbaikan turap sudah dilaksanakan di Kali Utan Kayu, Kali Ciliwung Lama Mangga Besar, Kali Krukut Tambora, saluran PHB Intercon, Kali Sarua dan saluran PHB Pulomas Utara.
“Upaya lain, kita juga melakukan pembangunan tanggul sungai atau saluran untuk memperkuat dinding sungai atau saluran air,” ujar Teguh Hendarwan. Langkah tersebut dilakukan agar dinding tidak mudah roboh jika debit sungai dan saluran air tinggi.
Sepanjang 2018 ini, pihaknya telah melakukan pembangunan tanggul di sistem aliran barat yaitu Kali Grogol (Jalan Palmerah-Jalan Kemanggisan Utama), Kali Mookevart (depan Heinz ABC) dan Kali Sodetan Sekertaris (Jalan Damai).
Di sistem aliran tengah, pembangunan tanggul berlangsung di di Kali Ciliwung Lama (Jalan Juanda). Serta di sistem aliran timur di Kali Sentiong, Kali Boulevard Gading Raya dan Kali Utan Kayu (Jalan Mayjen Soeprapto).
Teguh mengungkapkan pengerukan dan perbaikan turap pada saluran drainase mikro hingga saluran penghubung juga dilakukan Suku Dinas (Sudin) SDA di lima wilayah.
Sudin SDA Jakarta Selatan telah membangun tanggul di 35 lokasi, melakukan pengerukan di 758 lokasi dan perbaikan turap di 210 lokasi.
Sudin SDA Jakarta Barat membangun tanggul di 75 lokasi, melakukan pengerukan di 2.341 lokasi dan perbaikan turap di 57 lokasi.
Sudin SDA Jakarta Timur membangun tanggul di 12 lokasi, melakukan pengerukan di 2.204 lokasi dan perbaikan turap di 38 lokasi.
Sudin SDA Jakarta Pusat membangun tanggul di 169 lokasi, melakukan pengerukan di 494 lokasi dan perbaikan turap di 109 lokasi.
Sudin SDA Jakarta Utara membangun tanggul di 27 lokasi, melakukan pengerukan di 645 lokasi dan perbaikan turap di 230 lokasi. (Sumber Antara)
