Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Melalui Festival Indikasi Geografis

0
1812665-festival-indikasi-geografis

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menaruh perhatian serius terhadap pengembangan produk Indikasi Geografis (IG) karena sebagian besar produk IG adalah bahan baku dari subsektor ekonomi kreatif, yaitu kuliner, fashion, dan kriya. IG merupakan salah satu jenis Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dimiliki secara kolektif oleh suatu kelompok masyarakat. Untuk mendapatkan perlindungan IG, kelompok masyarakat atau institusi yang mewakili atau memiliki kepentingan atas produk bersangkutan harus mengajukan permohonan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Produk IG menjadi istimewa karena setiap produk IG menunjukkan keterkaitan erat dengan daerah asalnya karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada produk IG tersebut. Beberapa contoh produk IG, antara lain Carica Dieng, Bandeng Sidoarjo, Kopi Arabica Gayo, dan masih banyak lagi.

Sejak tahun 2016, Bekraf, melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, telah bergerak untuk membina dan memberikan dukungan terhadap pengembangan produk Indikasi Geografis, terutama bagi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) di seluruh Indonesia. Bekraf telah memfasilitasi desain ulang kemasan sebanyak 36 produk Indikasi Geografis di berbagai daerah di Indonesia.

“Sejak tahun 2016, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi Bekraf telah bergerak, membina dan memberi dukungan terhadap indikasi geografis terutama bagi masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG) di seluruh Indonesia,” kata Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Bekraf saat membuka acara Festival Indikasi Geografis di Ballroom Hotel Pullman beberapa waktu lalu.

Sedangkan pada tahun 2017 dan 2018, sebanyak 6 (enam) produk yang memiliki potensi untuk dilindungi sebagai Indikasi Geografis telah difasilitasi untuk memperoleh sertifikat perlindungan Indikasi Geografis, bekerja sama dengan DJKI, serta Tim Ahli Indikasi Geografis.

Hasil kerja keras Bekraf sejak tahun 2016 kini dikemas dalam sebuah kegiatan yang disebut dengan Festival Indikasi Geografis 2018, yang merupakan festival tentang Indikasi Geografis pertama di Indonesia. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 8 Desember 2018 di dua tempat, yaitu Seminar Indikasi Geografis yang berlokasi di Hotel Pullman Jakarta dan Pameran yang berlokasi di Tribeca Park-Central Park Jakarta.

Kegiatan ini memamerkan 61 booth produk Indikasi Geografis Indonesia yang telah terdaftar, pameran Repackaging produk-produk IG oleh Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), live performances oleh Tompi dan Ten2Five, Demo Masak dengan menggunakan bahan-bahan dari produk IG, seminar terkait Indikasi Geografis, dan Fashion Show berupa peragaan busana yang dikembangkan sebagai hasil kegiatan Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON). Festival Indikasi Geografis ini 2 mengundang seluruh perwakilan dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Indonesia (MPIG) yang terdaftar per Januari 2018, ditambah perwakilan dari 6 (enam) MPIG yang difasilitasi oleh Bekraf sejak tahun 2017.

Mengusung tema “Kenali Asalnya!”, Festival Indikasi Geografis bermaksud untuk memperkenalkan produk-produk Indikasi Geografis Indonesia kepada masyarakat luas, serta mendorong perkembangan ekosistem Indikasi Geografis di Indonesia. Nantinya, produk-produk Indikasi Geografis akan ditampilkan secara luas. Selain itu, kegiatan Festival Indikasi Geografis ini juga bertujuan sebagai penghubung produk Indikasi Geografis dengan konsumen secara langsung, memperkuat dan mengedukasi masyarakat perlindungan Indikasi Geografis, dan memberi manfaat ekonomi kepada pemerintah daerah setempat secara khusus dan pemerintah pusat secara umum. (Sumber Bekraf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *