Ada 6 Kriteria Yang Mendasari PHRI Berikan Gelar kepada Presiden Jokowi
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menganugerahkan Presiden Jokowi sebagai Bapak Pariwisata Nasional. Penganugerahan ini, diberikan langsung Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani kepada Presiden Jokowi di acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 PHRI di Hotel Sahid Jakarta, Senin malam, 11 Februari 2019.
Bukan tanpa alasan kenapa PHRI memberikan gelar tersebut kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan ada 6 kriteria yang melatarbelakangi PHRI memberikan anugerah ini, kepada Presiden Jokowi. Yang pertama, Presiden Jokowi merupakan satu-satunya Presiden yang resmi menetapkan Pariwisata sebagai leading sector atau sektor unggulan. Selama ini, PHRI belum menemukan satu pun Presiden yang secara tegas mengatakan pariwisata dapat dijadikan sebagai sektor unggulan.
Yang kedua, program yang ditelurkan Presiden Jokowi untuk mewujudkan pariwisata sebagai leading sector , adalah pembebasan visa bagi 169 negara. Program ini berdampak positif bagi sektor pariwisata Indonesia.
“Indonesia termasuk salah satu negara yang paling luas memberikan cakupan untuk menerima bebas visa. Di mana pesaing kita, Thailand, tidak lebih dari 90. Kalau saya tidak salah hanya 84 negara yang diberikan bebas visa,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini saat diwawancarai tim liputan El John News, beberapa waktu lalu di Hotel Sahid, Jakarta.
Hariyadi melanjutkan untuk kriteria yang ketiga, Presiden Jokowi dinilai berhasil mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Sebelum Jokowi menjadi kepala negara, kunjungan wisman ke Indonesia hanya di bawah 10 juta wisman. Namun, saat Jokowi menjadi Presiden, tingkat kunjungan wisman terus naik.
“Kemarin di tahun 2018 tercatat wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia adalah 15,8 juta. Dan sempat pertumbuhan yang signifikan di tahun 2017 kenaikannya mencapai 20 persen,” ujar Hariyadi
Kemudian kriteria yang ke-empat, yakni Presiden dianggap berhasil menumbuhkan investasi di sektor pariwisata. Hariyadi menyebut lebih dari 64 miliar US Dollar nilai investasi sektor pariwisata yang dihasilkan Pemerintahan Jokowi. Dari nilai itu, 70 persen diantaranya disumbangkan dari investasi perhotelan dan restoran.
“Lalu yang ke-lima yang kami lihat juga adalah dari pembangunan infrastruktur yang mendukung optimalisasi pariwisata di daerah. Ada 10 Airport baru yang dibangun dan itu berdampak langsung kepada pariwisata setempat dan pembangunan jalan tol yang meningkatkan kapasitas pariwisata di daerah yang dilalui oleh jalan tol tersebut,” ungkap Hariyadi
“Kemudian yang ke enam, yang kami lihat juga faktor keamanan yang relatif sangat stabil. Jadi ini merupakan salah satu prasyarat untuk kemajuan pariwisata di mana masalah keamanan ini menjadi penentu aga orang itu merasa nyaman melakukan kegiatan wisatanya,” tambah Hariyadi.
Hariyadi berharap dengan anugerah ini, Presiden Jokowi dapat termotivasi untuk memberikan perhatian lebih besar lagi terhadap sektor pariwisata.
“Pemberian anugerah ini juga menjadi catatan sejarah bukan hanya bagi PHRI tapi juga bagi masyarakat dan pemerintah nantinya bahwa apabila di kemudian hari di masa depan kita menemukan pemimpin seperti Pak Jokowi maka anugerah ini bisa menjadi referensi,” tutup Hariyadi.

