AirNav Indonesia Gencarkan Sosialisasi Keamanan Melalui Festival Balon Udara di Pekalongan

0
SP-008-Foto-Balon-Pekalongan-2025-2074366999

Festival Balon Udara yang berlangsung pada 2–3 April 2025 di empat kecamatan Pekalongan, serta puncaknya pada 7 April di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, berhasil mencuri perhatian masyarakat dengan keindahannya. Balon-balon udara berwarna-warni yang menghiasi langit menjadi simbol dari tradisi Syawal yang penuh kegembiraan. Namun, di balik kemeriahan ini, terdapat komitmen besar untuk menjaga keselamatan lalu lintas udara.

AirNav Indonesia, yang berperan aktif dalam menjaga keselamatan penerbangan, mengkampanyekan penggunaan balon udara yang ditambatkan untuk mencegah bahaya yang bisa ditimbulkan oleh balon liar. Kampanye ini penting mengingat kedua daerah—Pekalongan dan Wonosobo—terletak di bawah jalur penerbangan W45, salah satu rute udara tersibuk di Indonesia, yang dilintasi ribuan pesawat setiap harinya.

Sejak 2017, AirNav Indonesia telah berupaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan penerbangan, dengan mendorong pelaksanaan tradisi balon udara yang aman. Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurchayo Utomo, menyatakan bahwa langkah ini adalah solusi inovatif untuk tetap merayakan tradisi tanpa mengorbankan keselamatan penerbangan. “Melalui balon udara yang ditambatkan, masyarakat bisa menikmati tradisi balon udara dengan lebih aman,” ujar Capt. Nurchayo.

Selain itu, Capt. Nurchayo juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung upaya ini, seperti Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah, TNI–Polri, serta komunitas balon udara, yang telah bekerja sama dalam mengurangi insiden balon liar. Menurut data terbaru, pada 6 April 2025 tercatat 22 laporan PIREP (Pilot Report) terkait balon liar yang terlihat di jalur penerbangan. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 56 laporan.

Sosialisasi dan edukasi mengenai keselamatan penerbangan juga dilakukan dengan aktif oleh AirNav Indonesia. General Manager AirNav Cabang Semarang turun langsung ke lapangan, membagikan flyer edukatif kepada pemudik di stasiun, terminal, dan titik-titik strategis di Pekalongan, Batang, dan Weleri. Selain fokus pada keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia juga mendukung ekonomi lokal melalui program CSR AirNav Peduli PUMK (Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil). Program ini melibatkan pelatihan untuk pengembangan usaha mikro dan kecil, termasuk pelatihan fotografi produk, strategi jualan online, dan optimasi toko digital.

“Melalui program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat Pekalongan, sekaligus membantu usaha mikro dan kecil berkembang,” tambah Capt. Nurchayo.

AirNav Indonesia juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk memperluas edukasi mengenai potensi bahaya balon liar, termasuk risiko tabrakan pesawat dan gangguan navigasi udara. Kampanye ini bertujuan untuk menjamin keselamatan penerbangan sambil tetap mendukung budaya lokal.

“AirNav Indonesia berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan tradisi budaya Indonesia, namun dengan tetap menjaga keselamatan penerbangan. Kami akan terus melakukan edukasi dan pemantauan untuk menjamin keamanan udara di wilayah Indonesia,” tutup Capt. Nurchayo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *