Ancaman Bom di Pesawat Haji, Kemenag dan Otoritas Arab Saudi Pastikan Penerbangan Tetap Lancar

0
425296139-683889339

Insiden yang mengejutkan terjadi dalam perjalanan pulang jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi. Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5276 yang mengangkut rombongan jemaah dari Jeddah menuju Jakarta, harus melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, menyusul adanya laporan ancaman bom.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi langsung merespons kejadian tersebut dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak terkait, termasuk Saudia Airlines dan otoritas keamanan Indonesia.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil penyelidikan yang disampaikan oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Wishnu Hermawan Februanto. Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, pesawat dinyatakan steril dan tidak ditemukan adanya benda mencurigakan yang mengandung bahan peledak.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari aparat kepolisian, pesawat tersebut dipastikan aman dari benda-benda berbahaya, termasuk bahan peledak,” ujar Hilman dalam keterangannya dari Makkah, Selasa (17/6/2025).

Menurut Hilman, PPIH Arab Saudi terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak maskapai untuk memastikan kelanjutan rencana pemulangan jemaah haji ke tanah air berjalan sesuai jadwal. Ia juga menyatakan bahwa semua urusan terkait pengamanan dan pengecekan pesawat di Bandara Kualanamu menjadi tanggung jawab penuh otoritas yang berwenang di bandara tersebut.

“Pemeriksaan dan pengamanan pesawat diserahkan kepada pihak berwenang di Bandara Kualanamu, baik dari unsur kepolisian, otoritas bandara, maupun pihak maskapai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hilman menjelaskan bahwa jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang 12 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 12), yang sebagian besar berasal dari Kota Depok, saat ini sedang diistirahatkan di sebuah hotel di sekitar bandara. Pemerintah, melalui Kementerian Agama, juga telah memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan konsumsi dan perhatian penuh selama menunggu kejelasan keberangkatan.

“Jemaah kami tempatkan sementara di hotel untuk beristirahat. Konsumsi juga telah disiapkan agar mereka tetap nyaman,” ungkap Hilman.

Ia menambahkan bahwa Kemenag akan terus bekerja sama dengan pihak maskapai Saudia Airlines untuk memastikan bahwa jadwal pemulangan jemaah haji lainnya tidak terganggu akibat insiden ini.

“Kami berupaya menjaga ritme dan kelancaran penerbangan jemaah berikutnya. Jangan sampai ada keterlambatan atau hambatan yang merugikan jemaah lain,” katanya.

Hilman juga mengimbau agar seluruh jemaah tetap tenang, tidak terpancing kepanikan, serta percaya penuh kepada pihak-pihak yang menangani insiden ini secara profesional.

“Kami memahami kekhawatiran para jemaah, tapi kami mohon untuk tetap tenang dan bersabar. Insya Allah mereka akan segera kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat dan bahagia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *