Aneka tempat tidur bayi
Demi menunjang kenyamanan anaknya, banyak orang tua rela menghabiskan banyak uang untuk membeli perlengkapan si Kecil, termasuk tempat tidur atau boks bayi. Namun untuk urusan boks bayi, Anda tidak perlu mencari produk yang termahal atau desain yang lucu. Keamanan produk merupakan hal terpenting yang harus Anda pertimbangkan saat membeli boks bayi. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih tempat tidur bayi.
Ketika akan membelikan tempat tiidur bagi anak anda, perlu memperhatikan jarak antara bilah satu dengan lainnya. Sebaiknya pilih jenis yang jarak antar bilah kurang dari enam centimeter demi mencegah kepala bayi terselip di antara bilah. Selanjutnya, hindari membeli tempat tidur bayi yang bilahnya bisa dinaikkan atau diturunkan karena terkadang sering terjadi kesalahan saat merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Jika salah merakit, bayi bisa terselip atau terjatuh ketika sedang berpegangan pada bilah yang tidak kokoh atau tiba-tiba turun dengan sendirinya. Perlu juga anda perhatikan baut, sekrup, paku, atau bahan material lainnya. Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang agar tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kokoh.
Nih biasanya yangmenjadi masalah para ibu yatu membeli barang bekas atau menggunakan tempat tidur yang dapat dikatakan kurang layak. Tempat tidur yang lama terkadang memakai cat yang mengandung bahan beracun, seperti timah. Di lain sisi, bayi dikenal suka menggerogoti segala hal yang ada di dekatnya. Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur atau boks bayi tanpa dilengkapi matras. Ketika memilih matras, pilih yang khusus didesain untuk bayi. Matras khusus bayi biasanya kokoh atau keras untuk mencegah SIDS (sudden infant death syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak sekaligus untuk menopang tulang punggung bayi. Hindari membeli matras yang terlalu empuk.
Pilih matras sesuai dengan ukuran boks bayi. Jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Jangan lupa untuk melepas plastik sebelum dipasang. Hindari barang lembut. Mungkin banyak orang tua yang menganggap bayi identik dengan barang-barang yang lembut, seperti selimut lembut, sprei lembut, bantal empuk, atau boneka berbulu halus. Pada nyatanya barang-barang tersebut harus dihindari untuk mencegah SIDS. Barang bertekstur lembut bisa membuat bayi sulit bernapas karena berisiko menutupi wajah si Kecil.
Menyediakan tempat tidur untuk bayi sama seperti ketika kita memilih tempat tidur pribadi. Kenyamanan harus yang utama. Meski begitu, pastikan faktor keamanan tempat tidur bayi Anda, termasuk produk pendukung yang Anda beli, apakah sudah sesuai dengan standar SNI (Standar National Indonesia) agar si Kecil nyaman dan Anda pun tenang.Meski boks telah dipercaya dan direkomendasikan sebagai tempat tidur bayi yang aman, namun tetap ada kasus kematian bayi dalam boks. Penyebab kematian bayi di boks tidurnya cukup bervariasi. Misalnya, ketika bayi terjebak di antara jeruji ataupun mengalami sindrom kematian bayi mendadak (SIDS / Sudden Infant Death Syndrome). SIDS adalah kematian bayi mendadak dalam tidurnya, yang penyebabnya tidak diketahui hingga sekarang. Berita baiknya, menurut statistik SIDS agak jarang terjadi di Asia.
Setelah membeli tempat tidur bayi yang aman dan nyaman, perhatikan posisi tidurnya. Sebaiknya, bayi tidur pada posisi telentang demi terhindar dari kesulitan bernapas yang bisa mengakibatkan SIDS. Untuk mencegah terjadinya SIDS, sebaiknya tempat tidur bayi diletakkan di kamar Anda. Sewaktu-waktu si Kecil menangis atau membutuhkan pertolongan, Anda bisa dengan sigap mengetahuinya. Hindari meletakkan tempat tidurnya di sebelah jendela untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tertimpa besi yang menopang tirai. Penempatannya yang berdekatan dengan jendela juga berisiko membuat leher si Kecil terlilit tirai jendela. (arf)

