Headline NewsLifestyleTourism

Anton Thedy: Kehadiran Vaksin Dapat Gairahkan Sektor Pariwisata di Tahun 2021

Lembaran tahun 2021 tak lama lagi dibuka, banyak harapan yang ingin dicapai di tahun kerbau ini, tak terkecuali di sektor pariwisata. Salah satu sektor andalan ini sudah saatnya  bangkit di tahun 2021 ini, karena sudah lama tertidur akibat pandemi Covid-19.

CEO TX Travel Anton Thedy optimis sektor pariwisata dapat menunjukkan  kebangkitannya di tahun 2021, hal itu dilandasi telah datangnya vaksin Covid-19.  Pemerintah telah menerima distribusi vaksin dari Sinovac untuk tahap pertama sebanyak 1,2 juta pada 6 Desember 2020. Kehadiran vaksin ini tentunya merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Mudah-mudahan tahun 2021  vaksinnya sudah bisa didistribusikan dengan cepat sehingga banyak yang bisa mendapatkan vaksin. Dengan mendapatkan vaksin menurut saya pariwisata akan total berbeda,” kata Anton Thedy saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Tourism Forum yang ditayangkan EL JOHN TV.

Anton Thedy  menjelaskan kebangkitan pariwisata merupakan  kebangkitan industrinya dan dengan adanya telah diterima vaksin Covid-19  maka industri pariwisata pun ikut bergairah.

Menurut Anton Industri penerbangan menjadi salah satu industri pendukung pariwisata, yang  seharusnya industri ini didukung  dengan keberanian masyarakat untuk terbang. Namun sayang, masih banyak masyarakat yang takut terbang di masa pandemi, padahal penerapan protokol kesehatan masing-masing maskapai sudah sangat ketat dan lagi ditambah teknologi yang digunakan di dalam kabin pesawat yang aman untuk melindungi para penumpangnya.

“Sebenarnya kalau dilihat dari sisi teknologi pesawat terbang ini sudah dibahas berulang kali, bahwa teknologi di dalam pesawat itu system air conditioner-nya itu sudah sangat-sangat bagus, sehingga bisa membunuh, menyerap dari pada virus bakteri yang ada di dalam pesawat.  setiap dua tiga menit dimasukan udara baru sehingga ini kan menjadikan, sebenarnya udara di dalam it uterus-terusan bersih. Kemudian, semua orang kan di dalam pesawat semua pakai masker dan kita tau kalau pakai masker ini adalah, bisa sampe 95 sampai 100 persen,” kata pengamat pariwisata ini.

Selain itu tingkat keterisian penumpang pun dibatasi sehingga aman untuk duduk di dalam kabin pesawat selama berada di udara. Meski demikian jumlah kenaikan penumpang pun masih jauh dari harapan sehingga berimbas pada di industri perhotelan.  Kondisi itu terjadi pada perhotelan yang berada di destinasi wisata,  yang jangkauannya  harus menggunakan pesawat terbang, namun kondisi berbeda dialami hotel-hotel yang jaraknya dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat

“Okupansi dari pada hotel-hotel di tempat-tempat wisata di sana sangat-sangat rendah. Tetapi sebaliknya kalau kita melihat misalnya, Yogya, Banyuwangi, kota-kota di Malang, Bogor, Bandung, okupansinya sudah di atas 50 persen. Ini yang saya lihat tahun ini, tahun depan tentunya bisa lebih baik lagi. Jadi kalau ditanya micro tourism-nya jalan, sesuatu destinasi itu ramai oleh orang-orang lokal saja selama bisa ditempuh kurang dari 5 jam,” ungkap Anton Thedy.

Lebih lanjut Anton Thedy mengatakan bahwa dengan kehadiran vaksin seharusnya pemerintah dapat melonggarkan government travel restriction. Hal ini penting untuk mendongkrak kenaikan jumlah wisatawan mancanegara. Namun pelonggaran itu harus melihat perkembangan pandemi yang terjadi termasuk  dibarengi dengan distribusi vaksin.

Anton Thedy pun mengakui ini tidak mudah,  jangan sampai pelonggaran justru menjadi bumerang yang dapat menambah kasus-kasus baru. Hal ini pernah dilakukan Pemerintah saat akan membuka Bali untuk tujuan wisatawan mancanegara.

“Itu pada waktu sekitar bulan Juni, kondisi di Bali sebagai tujuan wisata nomor satu, jadi dari empat negara itu hanya diijinkan masuk ke Indonesianya ke Bali bukan ke kota yang lain. Jadi mereka dari Bali tidak bisa ke Lombok, mereka dari Bali tidak bisa ke Jawa, juga tidak bisa ke Labuan Bajo. Nah ini sudah ada pembicaraan pada waktu itu Bali dalam kondisi zona hijau, lalu menjadi orange sekarang menjadi zona merah sehingga menjadi stop lagi,” tutur Anton Thedy.

Anton Thedy memprediksi, geliat pariwisata di Indonesia akan mulai dirasakan di pada kuartal kedua di tahun 2020. Jadi masyarakat diharapkan dapat bersabar dan tetap patuhi aturan protokol kesehatan selama melakukan perjalanan.

“Jadi menurut saya travel bubble ini baru akan terlaksana adalah mungkin kuartal kedua atau ketiga tahun depan. Jadi bukan kuartal satu, kuartal satu lebih kepada penyuntikan distribusi daripada vaksin,: tutup Anton Thedy. 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close