ASEAN Tingkatkan Kualitas Wisata Budaya dan Sejarah
Wisata budaya dan sejarah yang dikemas dalam Jejak-jejak Peradaban (Trail of Civilization) yang melibakan 6 negara anggota ASEAN; Indonesia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laot, dan Thailand berhasil meningkakan kunjungan wisatawan intra-ASEAN di masing-masing negara.
Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hari Untoro Drajat menjelaskan. “Melalui workshop ini kami mengharapkan kerjasama dalam mengembangkan wisata budaya dan sejarah di kawasan ASEAN semakin berkembang dalam menjadikan ASEAN sebagai tujuan wisata tunggal yang memiliki beragam objek wisata di antara wisata budaya dan sejarah berkalas dunia,” ujarnya
Indonesia dalam kerjasama bidang pariwisata di tingkat ASEAN telah menyusun laporan akademis tentang pola perjalanan wisata cultural heritage dan telah dijadikan sebagai bahan acuan bagi ASEAN Cultural Heritage Sub-working Group. Sebagai kelanjutan dari laporan akademis tersebut dilakukan kegiatan pelatihan antara lain dalam ASEAN Workshop CultureHeritage Travel Pattern sebagai pedoman praktis dalam memperkenalkan wisata budaya dan sejarah yang berlangsung di Bali pada Agustus 2015, kemudian dilanjutkan dengan ASEAN Workshop : Professional Development Training on Guideline For ASEAN Cultural and Heritage Tourism Travel Pattern di Museum Bank Indonesia.
Kegiatan workshop dalam mengembangkan produk paket wisata diharapkan akan menjadi rekomendasi untuk mengembangkan, mempromosikan, mengelola paket wisata/pola perjalanan wisata budaya dan sejarah yang berguna untuk meningkatkan keterampilan pengelola pada aspek perencanaan dan manajemen produk atau situs wisata budaya dan sejarah.
Diharapkan dari kegiatan workshop tersebut akan menjadi rekomendasi untuk perbaikan dalam pedoman perjalanan wisata budaya dan sejarah di ASEAN (Recommendation for points of improvement in the Guideline For Asean Travel Pattern On Cultural And Heritage Tourism ) sebagai validasi pada pedoman perjalanan wisata budaya dan sejarah di ASEAN, /Validation onGuideline For Asean Travel Pattern On Cultural And Heritage Tourism) serta dalam membuat sampel dari perjalanan wisata budaya dan sejarah yang akan diujicobakan (Create Samples of Culture Heritage Travel Pattern To Be Piloted) sebagai perjalanan sosialisasi yang akan diterapkan dalam kegiatan fam trip
