Asita NTT Sambut Baik Dibatalkannya Penutupan Pulau Komodo
Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi kebijakan Pemerintah yang membatalkan penutupan Pulau Komodo. Apresiasi ini disampaikan Ketua Asita NTT Abde Frans di Kupang, beberapa waktu lalu.
Abde menyebut penutupan ini, telah menyelesaikan masalah yang selama ini terjadi. “”Pembatalan ini bagus sekaligus meredakan keributan selama ini terkait pro dan kontra rencana penutupan Pulau Komodo,” katanya.
Abed Frans mengatakan, rencana penutupan Pulau Komodo sebelumnya digulirkan pemerintah provinsi telah berdampak pada ketidakpastian pasar wisata terutama penjualan paket wisata.
Para operator tur, lanjutnya, harus melakukan antisipasi dengan menyiapkan paket tur yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan yang tidak pasti antara ditutup atau tidak. “Karena rencana penutupan Pulau Komodo ini menjadi topik hangat selama ini, antara jadi atau tidak sehingga pastinya pelaku industri sudah menyiapkan langkah antisipatif,” ujarnya.
Hal senada juga dilontarkan Ketua Pelaksana Harian Asita Kabupaten Manggarai Barat, Donatus Matur. Donatus mengatakan, kabar ini harus disyukuri karena berdampak positif bagi pariwisata di NTT.
“Ini pernyataan yang menggembirakan bagi pelaku pariwisata di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Manggarai Barat. Perjuangan oleh pelaku pariwisata untuk menolak wacana penutupan Pulau Komodo didengar oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI,” kata Matur.
Matur menjelaskan, dampak dari wacana penutupan itu maka selama 2019, kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Komodo terus menurun. Namun, pernyataan dari Arief memberikan harapan baru kepada pelaku pariwisata dan masyarakat Manggarai Barat.
“Saya berharap Menpar RI membuat pernyataan pemulihan di media massa terkait dengan wacana selama ini. Pernyataan pemulihan itu dibuat tertulis dan dikirimkan kepada organisasi pariwisata Indonesia dan dunia,”harapnya.
Pulau Komodo akhirnya batal ditutup setelah rapat koordinasi bersama antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur NTT Victor B Laiskodat di Jakarta.
“Jadi Pulau Komodo ini tidak ditutup, kita lakukan penataan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pihak terkait, dibuat aturan adanya pembatasan jumlah wisatawan ke Pulau Komodo dengan diadakanannya tiket kapasitas kunjungan/wisatawan,” kata Menteri Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat koordinasi bersama di Jakarta, Senin, 30 September 2019 lalu.
