ASMINDO Apresiasi Langkah Strategis Pemerintah Dorong Industri Furnitur Nasional

0
EJN09168

Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) menyambut positif berbagai kebijakan pemerintah yang dirancang untuk memperkuat daya saing industri furnitur dan kerajinan dalam negeri. Apresiasi ini disampaikan menyusul pemaparan kebijakan strategis oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat membuka International Furniture and Craft Fair Indonesia+ (IFFINA+) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (17/9/2025).

Dalam sambutannya, Menko Airlangga menekankan bahwa sektor furnitur dan kerajinan merupakan salah satu pilar penting ekonomi kreatif Indonesia. Pemerintah, menurutnya, telah dan akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan fiskal, pembiayaan, deregulasi, hingga pembukaan akses pasar ekspor yang lebih luas.

Langkah yang menonjol, yakni memperluas pasar, melalui kerja sama ekonomi internasional. Salah satunya, Indonesia akan menandatangani perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa pada akhir September 2025. Lewat kesepakatan ini, hingga 80% produk Indonesia, termasuk furnitur, bisa masuk pasar Eropa tanpa tarif bea masuk.

Di dalam negeri, pemerintah juga memberikan dukungan melalui beberapa kebijakan penting. Salah satunya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) padat karya dengan subsidi bunga 5% untuk pembiayaan investasi hingga 10 tahun.

Selain itu, pemerintah memberikan insentif PPh Pasal 21 untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan dan mendorong program magang bagi lulusan baru, dengan honor ditanggung selama enam bulan.

Untuk mempercepat ekspor dan investasi, pemerintah juga menyiapkan tim deregulasi lintas sektor yang mulai bekerja pada Oktober 2025. Tujuannya adalah menyederhanakan aturan yang selama ini menjadi hambatan, sehingga industri furnitur bisa tumbuh lebih cepat dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Ketua Umum ASMINDO Dedy Rochimat  menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap industri ini, baik melalui kebijakan pembiayaan, insentif pajak, deregulasi, maupun dukungan ekspor, menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha, khususnya pelaku industri berbasis sumber daya lokal.

“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pemerintah yang sangat memperhatikan kita semua,” ujar Founder & CEO Vivere Group ini.

Namun demikian, Dedy menegaskan bahwa tanggung jawab untuk memanfaatkan dukungan tersebut juga ada di tangan para pelaku industri itu sendiri. Ia mendorong anggota ASMINDO dan seluruh pelaku usaha di sektor ini untuk aktif berjuang, bersatu, dan membangun industri yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi.

“Semua dukungan ini harus kita sambut dengan semangat. Kita harus siap bertempur untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan. Teman-teman semua harus bersatu membangun industri yang kuat. Jangan hanya membangun industri kecil-kecilan, tapi mari kita bangun industri yang besar dan solid,” serunya.

Apa yang disampaikan Ketua UMUM ASMINDO diperkuat oleh  Wakil Ketua Umum ASMINDO Bidang Promosi dan Pemasaran Luar Negeri Anne Patricia Sutanto

Menurutnya, sejumlah kebijakan yang tengah dijalankan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat dan perluasan pasar industri.

“Salah satunya yang bisa saya detailkan adalah PPh 21 untuk karyawan dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan. Pemerintah berkomitmen untuk menanggung beban ini hingga tahun 2026. Ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat, yang ujungnya juga mendorong pertumbuhan industri furnitur dalam negeri,” jelas Anne.

Ia menegaskan, ASMINDO tidak hanya berfokus pada pasar ekspor, namun juga melayani kebutuhan pasar domestik. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi dalam negeri menjadi aspek penting dalam pertumbuhan industri.

Selain insentif pajak, Anne juga menyoroti dukungan pemerintah di sektor perumahan. Menurutnya, program perumahan yang menyasar 25 juta unit rumah menjadi peluang besar bagi industri furnitur dan kerajinan.

“Perumahan tentu membutuhkan perabotan. Dengan adanya pembangunan skala besar seperti ini, anggota-anggota ASMINDO dapat memperluas pasarnya di dalam negeri. Kita fokus dulu ke lokal, karena potensinya sangat besar,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyambut baik program revitalisasi industri yang disampaikan oleh Menteri Koordinator. Ia meyakini, revitalisasi ini dapat memperkuat daya saing industri furnitur Indonesia, baik di pasar lokal maupun global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *