festival-payung-indonesia_20170902_165342

Payung sudah pasti digunakan  saat hujan, namun tidak bagi payung yang berada di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali.  Payung-payung yang ada di Bandara Adi Soemarmo ini merupakan payung hias yang dihadirkan sebagai pre event Festival Payung Indonesia (FPI) 2017. FPI sendiri rencananya akan  dilangsungkan pada tanggal 15 hingga 17 September mendatang di  Pura Mangkunegaran Solo. Acara ini disebut Pameran Payung Nusantara.

Payung-payung ini mulai dihadirkan di Bandara Adi Soemarmo pada hari Sabtu, 2 September 2017. Hasilnya pun mendapat reaksi positif dari penumpang pesawat maupun pengunjung bandara. Mereka  banyak yang memanfaatkan momen ini untuk berfoto  dengan latar belakang pelayang. Bahkan tidak sedikit, yang mengabadikan foto tersebut di media sosial.

“Pre event dan publikasi FPI ini, digelar dari Sabtu hingga Senin (18/9) mendatang. Para penumpang bisa berselfie dan gambarnya dipublikasikan ke media sosial mereka,” kata Ketua Panitia Penyelenggara FPI 2017, Heru Mataya.
Pameran payung nusantara ini baru pertama kali digelar di Bandara Adi Soemarmo. Meski baru kali pertama, payung-payung hias ini memiliki konsep berbeda dari acara sebelumnya. Ada 150 payung wastra dan dua payung besar berdiameter tiga meter yang ikut meramaikan acara pemeran.
Heru Mataya berharap dengan pameran payung di bandara tersebut mampu menarik pengunjung pada acara FPI 2017 yang lebih beragam coraknnya dan meriah.

Bahkan, kata dia acara puncak pre event FPI tersebut akan dimeriahkan kegiatan fashion show yang diikuti 10 orang model mengenakan kain nusantara dikombinasikan dengan payung sehingga kelihatan sangat meriah dan glamour.

Pada kegiatan FPI tahun ini, kata dia, akan mengenalkan payung dengan kain nusantara dengan tema “Sepayung Indonesia”. Festival yang mengangkat keberagaman payung di seluruh penjuru daerah, tetapi tetap dari Indonesia.
Kepala Humas Bandara Adi Soemarmo, Danardewi Purwokusumo menyambut baik dengan digelar pameran payung di bandara sebagai pre event acara FPI di Solo.

Menurut Danardewi momennya sangat tepat pameran payung digelar pada saat liburan Idul Adha, sehingga penumpang yang menggunakan jasa pesawat terbang ada cukup padat dibanding hari biasanya.

“Kami berharap kegiatan ini, menjadi agenda tahunan di bandara sehingga juga mampu menyedot masyarakat menggunakan jasa penerbangan,” kata
Bambang Christianto warga Tangerang salah satu penumpang pesawat terbang di Bandara Adi Soemarmo mengatakan banyaknya hiasan payung di bandara ini, sangat unik menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang baik yang akan terbang maupun datang.

“Saya melihat banyak penumpang yang tertarik untuk berfoto dengan banyak hiasan payung. Penumpang moment liburan ini, sangat tepat,” kata Christianto yang hendak pulang ke Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *