Bandara Kertajati Dioperasikan 24 Maret 2018, Garuda Indonesia Jadi Pesawat Mendarat Pertama
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, dipastikan akan beroperasi 24 Mei 2018 mendatang. Dioperasikannya bandara yang menjadi kebanggaan warga Jawa Barat ini, ditandai dengan pendaratan pesawat Garuda Indonesia. Pesawat berplat merah itu akan terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Bandara Internasional Kertajati.
“Jadi lusa itu namanya historical landing, ada satu penerbangan dari Jakarta yang mendarat ke Kertajati. Itu menjadi satu penerbangan pertama dari bandara lain ke Kertajati,”ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, setelah mengikuti Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa 22 Mei 2018.
Menhub memastikan semua sarana dan prasarana di Bandara Kertajati sudah siap. Izin penerbangan internasional juga sudah dikantongi pengelola bandara. “Sebenarnya secara teknis hari ini sudah sangat siap baik landasanya, daya dukung dan lainnya,” kata Menhub.
Tahun ini, Bandara Kertjati juga dijadikan sebagai bandara untuk melayani penerbangan jemaah haji. Namun, menurut Menhub penerbangan masih bersifat embarkasih karena belum dapat melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi. Dengan demikian, jamaah haji tetap akan transit terlebih dahulu ke Bandara Soekarno Hatta sebelum terbang ke Saudi Arabia.
“Jadi formatnya sama dengan Bandara di Lampung. Kami sudah melakukan koordinasi di Menko Maritim untuk membicarakan format tersebut ,”ungkap Budi.
Budi mengatakan, belum digunakannya bandara Kertajati untuk penerbangan langsung ke Saudi Arabia disebabkan karena kendala teknis. Saat ini landasan pacu Bandara Kertajati baru sekitar 2.500 meter dengan lebar 60 meter. Panjang dan lebar landasan tersebut belum memenuhi standar kelayakan untuk pesawat berbadan besar.
Menurut Budi, dibutuhkan landasan pacu minimal 3.000 meter agar memenuhi syarat untuk digunakan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777. “Kita patuhi peraturan sehingga memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan yang berlaku,” tuturnya.
