Bank Dunia Berikan Masukan Jokowi Untuk Genjot Investasi
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 21 November 2017. Dalam pertemuan ini, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.
Sementara Rodrigo A. Chaves memboyong lima anggotanya yakni Lead Economist, Frederico Gil Sander, Program Leader for Suistanable Development, Taimur Samad, Program Leader for Human Development, Camilla Holmemo, Program Leader for Equitable Growth, Finance, and Institutions Yongmei Zhou dan Operations Officer Steisianasari Mileiva.
Kepada Chaves, Presiden meminta pandangan Bank Dunia terkait kondisi ekonomi di Indonesia dan global. Chaves menyebut Bank Dunia optimis dengan kestabilan fiskal Indonesia dan juga kerangka kerja makro ekonomi yang telah tersusun rapi dan tepat. Informasi ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani kepada wartawan usai pertemuan.
Meski demikian, Menkeu mengatakan beberapa masukan yang diberikan Chaves kepada Presiden Jokowi, khususnya soal sektor yang harus digenjot. Sektor tersebut adalah sektor investasi yang dapat menjaga dan terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Penekananya pada investasi, aspek-aspek apa saja yang bisa meningkatkan pertumbuhan investasi di Indonesia, tadi di bahas mengenai beberapa kebijakan mengenai investasi,” kata Menkeu.
Selain itu menurut Menkeu, Bank Dunia menyarankan pemerintah untuk bisa memperbaiki semua aspek yang berkaitan dengan kemudahan dalam berbisnis, terutama di daerah-daerah yang menjadi tujuan investor.
“Jadi bisa saja dibuat pemikiran untuk membuat perlombaan perbaikan iklim investasi di masing-masing daerah, bisa disampaikan setiap tahunnya,” papar Menkeu.
Bank Dunia meminta Jokowi tidak lagi fokus dalam membenahi iklim investasi di pusat. Mereka minta Jokowi agar berinovasi agar kemudahan investasi di daerah tercipta.
“Bisa saja dengan membuat lomba perbaikan iklim investasi yang disampaikan setiap tahun,” ungkap Menkeu.
Selain perbaikan investasi daerah, Sri mengatakan, Bank Dunia juga meminta kepada Jokowi untuk meningkatkan mobilisasi dana badan usaha untuk pembangunan infrastruktur. Saran tersebut diberikan agar pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi tidak terkendala.
