Bank Dunia Soroti Kesenjangan Proyeksi RI dan Target APBN 2026

0
7768fe9c-dd66-4ff3-b782-0e2b7c4b6e4b

Ilustrasi kantor Bank Dunia (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Bank Dunia atau World Bank menyoroti adanya jarak antara proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia versi lembaga internasional tersebut dengan target yang dipasang pemerintah dalam asumsi makro APBN.

Dalam laporan Global Economic Prospects (GEP) edisi Januari 2026, Bank Dunia tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5 persen sepanjang 2026, lebih rendah dibanding target pemerintah yang mematok pertumbuhan 5,4 persen.

Bank Dunia mencatat, kinerja ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cenderung bergerak stabil tanpa percepatan signifikan. Pertumbuhan ekonomi pada 2023 dan 2024 tercatat berada di kisaran 5 persen, sejalan dengan estimasi pertumbuhan pada 2025. Lembaga tersebut menilai, akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen baru berpeluang terwujud pada 2027 dengan proyeksi sebesar 5,2 persen.

Meski demikian, Bank Dunia menilai ketahanan ekonomi Indonesia masih cukup terjaga. Dalam laporannya, World Bank menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap bertahan di level 5 persen berkat dukungan stimulus fiskal dan investasi yang dimotori oleh negara. Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Namun, proyeksi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan dengan target pemerintah. Dalam dokumen APBN, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 5,4 persen pada 2026. Perbedaan proyeksi ini mencerminkan kehati-hatian Bank Dunia dalam menilai ruang akselerasi ekonomi nasional dalam jangka pendek.

Kendati belum melihat lonjakan pertumbuhan dalam waktu dekat, Bank Dunia mengakui adanya perbaikan prospek ekonomi Indonesia dibandingkan proyeksi sebelumnya. Dalam GEP edisi Januari 2026, proyeksi pertumbuhan Indonesia untuk 2025 direvisi naik sebesar 0,3 poin persentase dibandingkan laporan Juni 2025. Sementara itu, proyeksi untuk 2026 dan 2027 masing-masing juga mengalami revisi naik sebesar 0,2 poin persentase.

Di sisi lain, kinerja ekonomi Indonesia dinilai relatif lebih baik dibandingkan kondisi ekonomi global yang diproyeksikan melambat. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 hanya mencapai 2,6 persen, lebih rendah dibandingkan realisasi 2023 dan 2024 yang berada di level 2,8 persen serta estimasi 2025 sebesar 2,7 persen.

Bank Dunia bahkan memperingatkan bahwa dekade 2020-an berpotensi menjadi periode dengan pertumbuhan ekonomi global terlemah sejak dekade 1960-an. Kepala Ekonom dan Wakil Presiden Senior World Bank Group, Indermit Gill, menyebut perlambatan tersebut terjadi di tengah tingginya beban utang publik dan swasta, ketegangan geopolitik, perang dagang, serta melemahnya konsumsi global.

“Dalam beberapa tahun ke depan, ekonomi dunia diperkirakan tumbuh lebih lambat dibandingkan dekade 1990-an yang penuh gejolak-sementara menanggung tingkat utang publik dan swasta yang mencapai rekor,” ujarnya.

Meski demikian, pelonggaran kondisi keuangan global dan ekspansi fiskal di sejumlah negara besar dinilai dapat membantu menahan laju perlambatan ekonomi dunia. Faktor ini mendorong Bank Dunia merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan global untuk 2026, meskipun secara keseluruhan laju pertumbuhan dunia masih berada pada level yang relatif rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *