BusinessEconomicHeadline News

Bank Indonesia Luncurkan Sistim Gerbang Pembayaran Nasional

Mayarakat yang ingin melakukan pembayaran lewat perbankan atau nontunai tidak perlu risau untuk menyesuaikan bank yang ditujunya. Kini mesin ATM atau EDC dapat memproses kartu ATM atau kartu kredit dari bank manapun. Pembayaran tersebut disebut sistem National Payment Gateway atau Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang diluncurkan  oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D. W. Martowardojo di Gedung BI, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Acara peresmian ini dihadiri diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, dan pejabat kementerian/lembaga terkait.

Agus mengatakan sebelum sistem ini diluncurkan, banyak masyarakat yang harus mensesuaikan kartu ATM atau kartu kredit dengan mesin EDC yang ada di kasir saat akan melakukan pembayaran. Kondisi ini jelas tidak efisien. Jika yang ditemukan ternyata mesin EDC yang disediakan tidak sesuai dengan kartu ATM atau kartu kredit, maka masyarakat harus mencari lagi. Kondisi itu kerap terjadi disaat masyarakat tidak memegang uang tunai.

Agus tak memungkiri kondisi tersebut terjadi karena ada keinginan dari masing-masing bank yang ingin mengusung sistem pembayaran secara eksklusif atau pembayaran yang bisa diproses menggunakan mesin EDC miliknya sendiri.
“Karena itu GPN ini jadi penting. Sejak digagas 20 tahun lalu, mulai dari cetak birunya pada 1995-1996. Sekarang kita sudah resmikan dan bisa mulai implementasikan sistem tersebut,” ujar Agus disela-sela acara peluncuran

Dia menambahkan, segera setelah peresmian hari ini, maka GPN sudah bisa digunakan. Artinya saat masyarakat pemegang kartu debet milik bank A belanja di toko tertentu, mereka bisa menggunakan kartunya di mesin EDC mana pun; tidak wajib menggunakan EDC keluaran bank A.

Dalam praktiknya GPN merupakan sistem yang dilaksanakan oleh tiga lembaga penyelenggara, yakni Standard, Switching, dan Services.

Standard merupakan proses standarisasi teknologi pembayaran yang saat ini dilakukan oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI); Switching merupakan pemrosesan transaksi yang saat ini dikelola oleh empat lembaga, yakni Jalin Pembayaran Nusantara, Artajasa Pembayaran Elektronik (ATM Bersama), Rintis Sejahtera (ATM Prima) dan Alto; serta Services yang akan dikelola oleh konsorsium bank.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button