Bantaeng Pamerkan Kerajinan Bambu dan Kreasi Bosara di INACRAFT 2019
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bantaeng turut andil dalam kegiatan The 21st Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2019). Dekranasda Bantaeng memamerkan produk khas Bantaeng, di antaranya kerajinan bambu dan bosara.
“Kita memamerkan kerajinan bambu dan juga kreasi bosara di pameran INACRAFT 2019 ini,” jelas Sekretaris Dekranasda Kabupaten Bantaeng, Andriani Gani.
Andriani yang juga Seksi Aneka Industri Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Bantaeng menerangkan bahwa produk-produk yang dibawa dipamerkan bersama produk dari 23 Kabupaten/Kota di Sulsel di stand bersama yang ditangani Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi SulSel.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bantaeng, Sri Dewi Yanti bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bantaeng, Rahmah Arsyad, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bantaeng, Vinka Nandakasih dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Bantaeng, Chaerani Nanang juga hadir dalam kegiatan itu. Pameran bertema “Jakarta Enjoyable Multicultural Diversities” tersebut dibuka Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.
Ketua Dekranasda Bantaeng, Sri Dewi Yanti berharap agar jajarannya bisa menjadikannya ajang ini sebagai media belajar. Dengan begitu, ekonomi kreatif di Bantaeng bisa lebih ditingkatkan.
Betapa tidak lebih dari 1600 peserta mengikuti pameran dari beragam industri kerajinan. Lebih dari 10000 produk berkualitas dipamerkan dari latar kebudayaan berbeda baik Indonesia maupun negara lain.
“Mudah-mudahan kita bisa memetik banyak ilmu dari pameran ini dengan banyaknya kerajinan yang akan menginspirasi kita dari daerah”,jelasnya.
Disamping itu, dia berharap ajang ini bisa dijadikan tempat untuk mencari supplier dan membangun kerja sama bisnis antara pengrajin, produsen dan pelaku UMKM serta penikmat handicraft.
Diketahui Dekranasda Bantaeng intens mensupport pengrajin untuk dapat lebih meningkatkan mutu produknya serta kreasi yang lebih produktif agar bisa diterima semua kalangan. Di antaranya melalui Pelatihan Teknis Kerajinan Bambu di Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng selama 5 hari berturut-turut, 25-29 Maret 2019.
