Batik Ecoprint Buatan UMKM Binaan Yayasan EL JOHN Indonesia Mendapat Apresiasi Dari Menparekraf
Komitmen Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan dalam membantu pelaku usaha UMKM terus dibuktikan. Pada Sabtu (12/03/2022), Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan mengajak sejumlah pelaku UMKM binaannya untuk memperkenalkan dan memasarkan produk batik Ecoprint di bazar UMKM yang digelar di Pantai Ngiroboyo, Pacitan, Jawa Timur. Bazar ini, digagas oleh Pemerintah Kabupaten Pacitan berkolaborasi dengan gerakan OK OCE
Bazar tersebut diselenggarakan untuk memperlihatkan produk-produk unggulan Pacitan kepada Menteri Pariwisata dan EKonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang saat itu sedang melakukan kunjungan kerja ke Pacitan. Didampingi Wakil Bupati Pacitan Gagarin dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf Vinsensius Jemadu, Menparekraf berkeliling melihat satu persatu stand UMKM, termasuk stand UMKM binaan Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan. Ada puluhan stand yang terdaftar di bazar UMKM ini.
Kedatangan Menparekraf ke stand UMKM binaan Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan, disambut Ketua Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan Suyitno. Kepada Menparekraf, Suyitno menjelaskan proses pembuatan batik Ecoprint ini.
Ecoprint adalah cara pembuatan motif pada kain dengan teknik mencetak motif dari bahan-bahan alami yang ada di lingkungan sekitar. Bahan baku yang digunakan bisa didapatkan dengan mudah, yaitu daun jati dan daun mangga. Selain daun, terdapat motif pendukung yang dihasilkan dari karat.
Suyitno mengatakan, Menparekraf mengapresiasi gagasan dari Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan dalam membuat produk kreatif yang ramah lingkungan. Menparekraf pun berpesan kepada Yayasan EL JOHN Pacitan untuk terus menelurkan ide-ide cemerlang dalam membantu keberlangsungan UMKM di Pacitan.
“Alhamdulillah tanggapan Pak Menteri, produk ini bagus, kreatif dan luar biasa. Beliau berpesan batik Ecoprint ini perlu dikembangkan lagi, karena batik ini adalah batik alami yang proses pembuatan tanpa zat kimia dan murni dari tanaman,” kata Suyitno saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News.
Menparekraf juga menyempatkan untuk membeli satu batik Ecoprint dan ditambah souvenir dari Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan. Diharapkan batik ecoprint yang dibeli ini, dapat dipromosikan oleh Menparekraf melalui media sosial Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) maupun media sosial pribadi Menteri
“Selain itu, Harapan lain dari Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan adalah Pak Menteri dan jajarannya dapat memberikan dukungan kepada UMKM di Pacitan melalui bantuan alat dan jika harus bikin proposal, Yayasan EL JOHN Indonesia Cabang Pacitan siap membuat proposal sesuai ketentuan,”
Suyitno juga mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menjadikan bazar UMKM ini, sebagai agenda rutin dalam mempromosikan produk-produk khas Pacitan. Tak hanya batik Ecoprint, rencananya Yayasan EL JOHN Indonesia juga akan mengembangkan produk lain yang proses pembuatannya berkonsep lingkungan.
“Jadi Yayasan EL JOHN Indonesia tidak berhenti di batik ecoprint aja, nanti kedepannya ada wacana sandal yang ada di hotel-hotel akan dibuat seperti batik ecoprint,” terang Suyitno
Seperti diketahui, pada 20 Februari 2022 lalu, Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan menggelar workshop Batik Ecoprint di Pandan Kurung Meeting Room, kawasan Pantai Telengria Kegiatan ini, diikuti oleh banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Pacitan, termasuk yang berada di sekitar kawasan Pantai Telengria. Mereka mendapat pelatihan dari Instruktur sekaligus pelaku batik ecoprint yakni Novika
Kegiatan ini, digelar untuk membantu pelaku UMKM di Pacitan dalam membuat produk yang menarik bagi pembeli. Apalagi batik ecoprint memiliki keunikan sendiri yakni menggunakan bahan alam seperti daun dan bunga. Ecoprint akan menghasilkan batik yang tak kalah kualitasnya dengan batik canting.



