Batik, Khazanah Peradaban kita , Khazanah Peradaban Dunia

0
51246

Perayaan Dasawarsa masuknya Batik ke dalam daftar ICH UNESCO kali ini mengusung tema “Batik Khazanah Peradaban”. Batik menjadi kekayaan peradabaan bangsa ini, sudah sepantasnya kekayaan ini diwariskan kepada anak-cucu kita.

Berbicara tentang batik tidak hanya berbicara tentang motif-motif batik yang indah dan bermakna saja. Dalam sehelai kain batik merupakan penanda zaman dan bagian dari literasi serta sejarah bangsa. Keragaman motif secara luas mencerminkan berbagai pengaruh, mulai dari kaligrafi Arab, karangan bunga Eropa dan burung Phoenix Cina Hingga bunga sakura Jepang dan burung merak India atau Persia. Di dalam selembar kain batik kita dapat melihat bahwa kebudayaan bangsa Indonesia dipengarhui oleh berbagai bangsa yang datang dan bertemu dengan orang-orang Indonesia.

Batik saat ini sudah dikenal secara luas, anak-anak muda yang pada awalnya mealiu menggunakan batik yang diangggap mengambarkan orantua, saat ini sudah kembali bangga mengenakannya untuk pakian sehari-hari . Industri Mode belomba-lomba mengankat batik dengan berbagai gaya dan rancangan sehingga juga dapat diterima oleh masyrakat di luar Indonesia. Pekermbangan batik saat ini sudah sangat luar biasa. Berbagai motif batik hadir dengan warna-warna yang indah. Tetapi bagaimana pengerajin batik di bagian hulu yang tidak tersentuh dengan hiruk pikuk batik saat ini bergerak.

Kegiatan Perayaan hari Batik Nasional ini merupaklan inisiatif komunitas dan pecinta Batik dianataranya Peninda Wastra Persada, Aruna Cahkra Kinaraya dan yayasan Tjating Batik Nusantara, yang kemudian disampiakan dan difasilatiasi oleh Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan serta didukung oleh Kementerian Luar Negeri.

Dihadiri 400 Undangan dengan mengundang seluruh perwakilan Duta Besar yang ada di Jakarta, Kementerian yang terkait serta berbagai komunitas batik. Acara ini diawali cucuk lampah yang diperankan oleh model yang memakai busana batik. seluuruh rangkaian kegiatan Perayaan hari Batik akan dikemas dalam sebuah drama musikal yang menampilkan tokoh-tokoh yang dekat dengan dunia batik yaitu Canting, Malam dan Mas Print. Darama ini akan menggambarkan bagaimana kehidupan batik di hulu akan hilang apabila kita sebagai pemeri ntah dan komunitas tidak memperhatikan masalah-masalah ini. Drama musikal ini disutradarai oleh Aditya Yusma dan penata musik Dwiki Dharmawan.

Batik telah menjadi tamu kehormatah di negara lain, sudah sepatasnya indonesia menjadi tuan rumah bagi Batik itu sendiri . Bersama kita jaga dan lestarikan Batik sebagai Mahakarya bangsa indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *