Bendungan Pertama di NTT Mampu Mengairi 1.250 ha Lahan Irigasi
Komitmen pemerintahan Presiden Jokowi menghadirkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia kembali terasa. Salah satunya dari kemanfaatan Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“NTT kerap mengalami masalah ketersediaan air. Karenanya, Kementerian PUPR berkomitmen membangun 7 bendungan di provinsi tersebut. Bendungan Raknamo menjadi yang pertama selesai pembangunannya dan kini telah terisi sebagian,” tulis keterangan resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui akun instagramnya, seperti dikutip pada Rabu (14/3/2018).
Seperti diketahui, Bendungan Raknamo diresmikan pengisiannya oleh Presiden Jokowi, pada 9 Januari 2018 lalu.
“Bendungan Raknamo rampung 13 bulan lebih cepat dari target semula. Muka air waduk saat ini berada pada elevasi +94,00 dengan volume 4,03 juta m3,” lanjut Kementerian PUPR.
Meski baru terisi sebagian, Bendungan Raknamo sudah mulai memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Selama masa pengisian, air yang ditampung digunakan salah satunya untuk mengairi lahan irigasi di hilir bendungan dengan luas sekitar 40 ha. Bendungan Raknamo nantinya akan mampu mengairi 1.250 ha lahan irigasi. Menyediakan air baku 0,1 m3/detik. Serta memiliki potensi listrik 0,22 MW,” tambah Kementerian PUPR.
