Berawa Beach Art Festival Tampilkan Atraksi Tarian Kecak Kolosal yang Melibatkan 5.555 Penari
Festival seni dan budaya bertajuk Berawa Beach Art Festival yang menampilkan potensi masyarakat Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung Bali bakal digelar pada 22-25 Pebruari 2018.
Tahun ini Berawa Beach Art Festival mengusung tema Pasisi Lango (Gate of Transition). Salah satu yang ditunggu wisatawan adalah atraksi Tarian Kecak Kolosal yang melibatkan 5.555 penari.
“Kegiatan tersebut sebagai upaya pelestarian budaya Bali, khususnya yang berada di kawasan Pantai Berawa. Selain itu kami ingin memberdayakan warga masyarakat kami di tengah bergeliatnya sektor pariwisata, terlebih Pantai Berawa semakin ramai dikunjungi wisatawan mancanegara,” kata Kepala Desa Tibubeneng Made Kamajaya.
Selain tarian Kecak Kolosal, juga akan ada pameran seni visual dan patung, pertunjukan wayang inovatif, lokakarya seni lukis, topeng, parade budaya, musik kolaborasi, dan kuliner tradisional.
Kamajaya mengatakan tari Kecak 5555 adalah sebuah karya musik kecak instrumental. Disajikan secara konser. Mengambil format instrumental karena ingin memberikan ruang eksplorasi terhadap elemen-elemen kecak seperti warna suara dan formulasi kilitan kecak secara murni.
Dikatakan kecak tersebut mengambil potensi dari kekayaan garap kecak Ulapan Blahkiuh, Kabupaten Badung. Selain mengolah elemen warna suara “chorus cak”, juga ada unsur “body cak” dengan memaksimalkan warna suara dari tepukan tangan, dada dan paha.
“Peserta kecak kolosal tersebut merupakan gabungan dari perwakilan siswa SMK dan beberapa SMA di Kabupaten Badung. Keunikan dari tari kecak itu yakni tidak hanya menampilkan peserta laki-laki, akan tetapi juga melibatkan peserta perempuan,” ujarnya.
Berawa Beach Arts Festival juga akan menampilkan Performing arts & Music berupa garapan tari dan komposisi musik yang mengangkat nilai-nilai pesisir Kuta Utara. Termasuk juga kolaborasi Agus Teja (flute music instrumental) dan Balawan (guitar instrumental).
