Berlangsung Sukses, Dharmasanti Waisak Nasional 2023 Digelar jadi Bentuk Kebersamaan Umat Buddha

0
IMG-20230701-WA0047

Perayaan Dharmasanti Waisak Nasional 2023/2567 BE dengan tema “Merajut Kebersamaan dan Harmoni dalam Moderasi digelar di Gedung Sasono Lengen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Sabtu (1/7/2023).

Ketua Panitia Dharmasanti Waisak Nasional 2023, Dr. (Hons). Drs. Efendi Hansen Ng, mengatakan bahwa tahun ini pertama kali diadakan di Gedung Sasono Lengen Buduyo dan dihadiri oleh seluruh organisasi umat Buddha, serta seluruh sekte mazhab umat Buddha. Berhubung bertepatan dengan libur panjang dan kapasitas gedung, maka peserta yang hadir mencapai kurang lebih 800 orang dari target 1.000 orang.

Efendi berharap, dengan adanya perayaan waisak ini, negara Indonesia bisa mendatangkan lebih banyak tourism terutama spiritual tourism.

“Jadi kita harapkan dengan program direktorat kita yang luar biasa, kita akan support sehingga spiritual tourism apa yang dicanangkan menteri agama yang menyatakan bahwa diharapkan Borobudur sebagai lokanya umat Buddha dunia. Nah ini tentu pasti bisa karena kita lihat hari ini tentu diutamakan tarian daerah kita. Jadi nanti ke depan juga kita selalu kolaborasikan sehingga suasana waisak itu happy untuk kerukunan dan harmoni sesuai dengan tema kita hari ini adalah wujudkan kebersamaan dan harmoni untuk kita semua,” jelasnya.

Perayaan ini dimeriahkan oleh penampilan barongsai, tari Bodhisatva Tangan Seribu, tari Terang Bulan, tarian Xing Jiang, hingga tarian medley Mbuah Page Mjuah-Juah Kita Kerina (Karo). Selain itu, juga diadakan penyalaan lilin, persembahan 12 piring, memandikan Rupang Buddha, pembacaan Dhammapada, hingga doa kebangsaan.

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, dalam sambutannya berpesan kepada seluruh umat Buddha semoga tercapai sang pembawa kebahagiaan, kedamaian, dan ketentraman bagi semua. Selain itu, ia juga mengucapkan rasa syukur karena perayaan ini terselenggara dengan baik di Jakarta.

“Mencerminkan bahwa Jakarta senantiasa mampu menjadi rumah yang aman serta damai untuk merajut kebersamaan dan harmoni dalam moderisasi beragama yang selaras dengan tema perayaan tahun ini,” ucapnya.

Heru menuturkan, momentum waisak ini menjadi refleksi untuk terus mengamalkan kebajikan dan sikap murah hati kepada sesama. Selain itu, juga menjadikan perayaan waisak sebagai pengingat diri untuk selalu membantu sesama dengan tulus ikhlas merajut keberasamaan dan harmoni agar seluruh umat beragama dapat hidup berdampingan secara utuh dan damai.

“Saya percaya seluruh umat Buddha mampu berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai diteladankan oleh sang Buddha. Harapannya umat Buddha terus berperan aktif mewujudkan kerukunan dengan selalu menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan,” katanya.

Pada kesempatan ini, juga turut hadir Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama, Supriyadi. Ia mengatakan bahwa perayaan ini sebagai bentuk kebersamaan yang terjadi dalam setiap umat Buddha di Indonesia.

“Kita paham bahwa untuk dapat hidup dengan baik secara harmonis itu perlu kebersamaan, perlu rasa tekad bersama untuk selalu bersama-sama. Nah tanpa ada rasa kebersamaan tidak mungkin akan ada timbul keharmonian, dan itulah salah satu yang akan diraih dalam praktik kehidupan beragama yang moderat di sini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *