Bersama Masyarakat dan Relawan, Pemerintah Berupaya Cegah Timbulnya Penyakit Akibat Banjir

0
dr-Terawav

Meskipun genangan banjir sudah surut di beberapa titik di Jakarta, Jawa Barat dan Banten, namun Pemerintah tidak berdiam diri untuk mengantisipasi dari dampak bencana itu. Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat banjir yakni penyakit.

Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirim tim ke daerah yang terkena banjir. “Kami sudah mengirimkan tim-tim surveilans untuk melihat lingkungan, melakukan survei-survei lapangan,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto usai mengikuti rapat internal di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat  (3/1/2019).

Menkes menjelaskan,  Kemenkes tidak kerja sendirian untuk mengantisipasi merebaknya penyakit pasca banjir. Namun ada sejumlah pihak yang diajak kolaborasi, antara lain komponen masyarakat, TNI, Polri, sukarelawan, Dinas Kesehatan, Kementerian yang lain. Sementara untuk, penyakit yang perlu diantisipasi, seperti diare, leptospirosis, maupun penyakit-penyakit lain yang akan terdampak muncul.

“Untuk itu, hal-hal ini betul-betul kita bekerja sama dengan sebaik-baiknya, terutama penyediaan air bersih untuk paling tidak membersihkan lingkungannya supaya bisa ditempati lagi dengan baik, mencegah infeksi,” jelas Menkes seraya menegaskan, itu intens diberikan sesuai dengan survei lapangan yang sudah dilakukannya.

Ia meminta doa dari semua pihak agar penyakit-penyakit ikutan akibat banjir jangan sampai terjadi. “Kita didoakan supaya mampu mencegahnya dengan baik dengan edukasi, sanitasi. Termasuk juga izin dampak psikologis untuk anak-anak,” pinta Menkes.

Kementerian Kesehatan, lanjut Terawan, sudah mengerahkan tim-tim psikologis, baik dari Dinas Kesehatan, dari Kementerian Kesehatan, dari sukarelawan, dari TNI-Polri juga ikut, karena memang ini adalah hal yang sama-sama kita tidak kehendaki yaitu dampak trauma pada anak-anak kita.

“Itu terus intens kita lakukan. Dan kemarin saya cek  di tempat-tempat penampungan juga memang sudah intens dari psikologis, begitu mengajak mereka anak-anak supaya tidak mengalami stres,” pungkas Menkes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *