BI Babel Jadikan HIlirisasi Perikanan sebagai Sektor Pertumbuhan Ekonomi Baru dalam Bangka Belitung Economy Forum 2025
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan kegiatan Bangka Belitung Economy Forum 2025 yang merupakan agenda tahunan berupa forum pemaparan dan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Bangka Belitung sekaligus ajang berdiskusi para pakar, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha untuk membahas isu dan perkembangan ekonomi terkini serta mencari alternatif solusi dan inovasi terbaik untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Adapun tema yang diambil pada Babel Economy Forum kali ini adalah “Akselerasi Hilirisasi Perikanan sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung”. Tema ini sangat relevan guna menggali sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan di sektor utama ekonomi Bangka Belitung yaitu Ekonomi Biru (blue economy) ditengah gejolak ketidakpastian dan perlambatan ekonomi yang sedang terjadi. Acara yang dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E,, Anggota DPD RI asal Bangka Belitung Dinda Rembulan, Bupati, Walikota, unsur forkopimda, akademisi, pimpinan perbankan dan stake holder terkait.
Rommy S Tamawiwy selaku Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bangka Belitung mengatakan dalam sambutannya bahwa dari sisi inflasi, Prov. Kep. Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi yang relatif terjaga sebesar 1,82% (yoy) pada bulan September 2025. Inflasi Babel tersebut lebih rendah dari Nasional sebesar 2,65% (yoy) sekaligus berada di urutan ke-7 terendah se-Nasional sekaligus berada di bawah sasaran target 2,5±1%. Tingkat inflasi Babel relatif stabil, namun masih didorong oleh komoditas volatile food. Ke depan, perlu tindak lanjut dan fokus lebih terhadap laju kenaikan harga komoditas volatile food. Khususnya untuk komoditas hortikultura pangan seperti aneka bawang dan aneka cabai, serta komoditas pangan lainnya seperti daging ayam ras dan beras.
Merespon kondisi ini, program pengendalian inflasi daerah melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan sinergi TPID, perlu difokuskan dalam upaya menjaga daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan bahan pangan. Langkah strategis tersebut perlu untuk segera diupayakan bersama, guna menjaga tingkat inflasi berada dalam sasaran sekaligus dapat mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung.
Selain itu, sektor perikanan menjadi tema unggulan dalam BEF 2025 sesuai dengan data BPS mencatat bahwa subsektor perikanan berkontribusi hingga 7,45% terhadap total PDRB Bangka Belitung pada tahun 2024. Komoditas perikanan juga menjadi ekspor terbesar ketiga pada kelompok komoditas non-timah.
”Dinamika perekonomian yang kita alami, memacu kita bahwa Diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan berkelanjutan harus kita dorong dan dayung bersama agar kapal bernama Serumpun Sebalai bisa tetap dan terus bergerak maju dengan harapan baru. ” ujar Rommy
Penguatan hilirisasi perikanan di Bangka Belitung memiliki potensi yang sangat besar, namun dihadapkan pada sejumlah tantangan, utamanya dari 3 pilar yang saling bergantung: Pilar Faktor Produksi, Pilar Regulasi dan Kelembagaan, serta Pilar Pemasaran dan Perdagangan. Implementasi dapat dilakukan namun diperlukan kesiapan yang matang baik dari sisi penguatankelembagaan, pengembangan klaster perikanan yang terintegrasi, dan mendorong business matching antarpelaku usaha yang memumpuni. Momentum yang tepat diperlukan dapat membuka peluang pasar yang lebih besar dan kesempatan untuk memasuki pasar global. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif yang melibatkan korporatisasi nelayan, penguatan kelembagaan, dukungan pembiayaan produktif, serta peran aktif UMKM.
Rommy juga berharap penyelenggaraan BEF 2025 merupakan upaya Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung untuk bersama-sama seluruh pihak mampu merumuskan strategi dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh pemerintah, pelaku industri Ekonomi Biru, dan masyarakat dalam mengakselerasi pengembangan sektor Ekonomi Biru di Bangka Belitung.
Acara yang dihelat dari pagi hingga sore hari ini juga menghadirkan perbincangan dan diskusi dengan beragam narasumber kompeten di bidangnya serta beragam booth BUMN dan lembaga sektor pemerintah yang membuka layanan konsultasi dan edukasi bagi undangan yang hadir dalam acara Bangka Belitung Economy Forum 2025.
