DestinationHeadline NewsTourism

BI Sebut Industri Pariwisata di Kalbar Perlu Dimaksimalkan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat (Kalbar) mengamati perkembangan industry pariwisata di Kalbar. BI Kalbar menilai industri pariwisata di Kalbar tidak kalah dengan daerah lain. Karena itu, sektor ini harus dikembangkan agar dapat menumbuhkan perekonomian daerah.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar Dwi Suslamanto mengatakan potensi alam di Kalbar begitu mempesona dan dapat menarik banyak kunjungan wisatawan.

“Jika kita lihat industri pariwisata belum maksimal. Padahal masih relatif alami kondisi alam di sebagian besar wilayah Kalbar sehingga potensi wisata alam yang sangat potensial tersebut patut dikembangkan. Itu akan menjadi daya tarik bagi wisawatan,” ujarnya di Pontianak, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 6 Januari 2018.

Dwi  optimis wisata alam di Kalbar dapat dimaksimalkan untuk mendorong sektor pariwisata. Apalagi daerah di Kalbar memiliki potensi yang berbeda. Dengan beragam potensi ini maka banyak pilihan bagi wisatawan untuk mengunjungi Kalbar.

“Bahkan sudah ada beberapa yang memang sudah dikenal lebih luas seperti Tugu Khatulistiwa, Pulau Temajo, Pulau Randayan, Danau Sentarum, dan Rumah Betang dan lain-lain. Itu adalah sebagian kecil dari berbagai objek wisata di Kalbar yang potensial untuk dikembangkan ke depan,” jelasnya.

Dwi mencontohkan Kota Pontianak salah satunya. Kota yang menjadi ibukota Kalbar ini,  menyimpan sektor pariwisata yang begitu menarik meskipun pemerintah setempat mengandalkan sektor perdagangan sebagai pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Dwi, jika destinasi wisata di Pontianak dapat dikemas sebagu mungkin, tidak menutup kemungkinan  sektor pariwisata di Pontianak dapat sebagai penyumbang PAD terbesar.

“Kota Pontianak dapat membuat destinasi wisata terutama daerah perairan menjadi ikon yang menarik, saya kira pesiar cocok,” tambah dia.

Dwi memaparkan hanya saja yang masih menjadi persoalannya adalah belum terkelolanya secara tepat sehingga pengunjung hanya bisa melihat pemandangan saja dari sungai terpanjang tersebut.

“Padahal dalam pengembangannya bisa saja dilakukan dengan banyak pihak seperti bekerja sama dengan seniman-seniman dengan mengemas seni tradisional. Semuanya harus terstruktur dan harus bekerja sama dengan pelaku usaha misalnya dengan traveloka dan lain sebagainya,” papar dia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button