BNPB Siapkan Tenda Darurat untuk Sekolah di Wilayah Banjir Sumatra

0
antarafoto-sekolah-darurat-di-padang-pariaman-1765189065-1410252504

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan fasilitas tenda darurat sebagai ruang belajar sementara bagi pelajar di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan pembelajaran di tenda tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin, 5 Januari.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pembersihan lingkungan sekolah masih terus dilakukan oleh aparat gabungan. Proses ini mencakup sekolah umum maupun madrasah yang terdampak bencana.

Menurut Abdul, sejumlah sekolah ditargetkan sudah dapat digunakan kembali pada awal pekan depan. Namun, masih terdapat sekolah yang belum sepenuhnya bersih sehingga belum memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat belajar. Untuk mengatasi hal tersebut, BNPB akan memaksimalkan penggunaan tenda sebagai ruang kelas sementara.

“Beberapa sekolah masih dalam tahap pembersihan. Untuk sementara, proses belajar mengajar akan dilakukan di tenda-tenda darurat,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu, (3/1/2026)

BNPB juga melaporkan adanya penambahan korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra. Hingga Sabtu, jumlah korban meninggal dunia bertambah 10 orang dari Aceh Utara, sehingga total korban jiwa secara keseluruhan mencapai 1.167 orang per 3 Januari 2026.

Selain itu, BNPB mencatat masih terdapat 165 orang yang dilaporkan hilang dan terus dilakukan upaya pencarian.

Di sisi lain, jumlah pengungsi menunjukkan penurunan cukup signifikan dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data terbaru, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 257.780 orang.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa penurunan jumlah pengungsi ini terjadi seiring dengan masifnya kegiatan pembersihan kawasan terdampak. Aparat gabungan bersama masyarakat dan relawan mulai membersihkan area permukiman, terutama rumah-rumah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Sementara itu, warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian umumnya merupakan mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hanyut akibat banjir dan longsor. BNPB terus melakukan pembaruan data untuk menentukan kebutuhan hunian sementara maupun hunian tetap bagi para korban terdampak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *