BPBD DKI Imbau Warga Pesisir Siaga Potensi Banjir Rob 4–6 Desember 2025

0
siaranpers_pemprov_dki-20251204122458_mhsocl_213

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat pesisir menyusul potensi terjadinya banjir rob pada 4–6 Desember 2025. Peringatan ini disampaikan menyusul hasil prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat adanya peningkatan pasang air laut yang dapat berdampak pada kawasan pesisir Jakarta.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa terdapat enam titik pesisir yang diperkirakan mengalami dampak paling signifikan. Lokasi tersebut mencakup Kamal, Muara Angke, Baywalk Pluit, Sunda Kelapa, R.E. Martadinata, serta Blencong Marunda—daerah yang selama ini dikenal rawan genangan saat pasang laut mencapai puncaknya.

Isnawa menegaskan bahwa puncak potensi rob diperkirakan terjadi pada 5 Desember 2025 sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak hanya perlu mewaspadai ketinggian air, tetapi juga durasi pasang yang bisa berlangsung lebih lama akibat dinamika cuaca dan kondisi laut. “Fenomena pasang tinggi berpotensi terjadi beberapa hari berturut-turut, sehingga warga perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya pada Kamis (4/12).

Selain mengantisipasi kemungkinan genangan, warga juga diminta memperhatikan perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi kondisi pasang surut secara cepat. Aktivitas di sekitar pesisir, terutama yang berada di jalur rendah dan tanpa perlindungan tanggul yang memadai, disarankan untuk dikurangi selama periode rawan tersebut.

Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkini, Pemprov DKI menyediakan sejumlah kanal resmi yang dapat diakses kapan saja. Masyarakat dapat mengecek peringatan gelombang pasang melalui portal BPBD, melaporkan genangan lewat aplikasi JAKI, serta memantau peta banjir dan kondisi lapangan secara real-time melalui situs pantaubanjir.jakarta.go.id.

Isnawa menambahkan bahwa BPBD telah menyiagakan Posko Siaga Bencana di tingkat kota dan kabupaten yang beroperasi 24 jam. Selain itu, layanan darurat Jakarta Siaga 112 dapat dihubungi kapan pun apabila masyarakat memerlukan bantuan cepat. “Kami memastikan seluruh jajaran siap bergerak apabila terjadi kenaikan muka air laut yang signifikan. Respons cepat dan koordinasi lintas instansi terus kami prioritaskan,” tutupnya.

Dengan adanya peringatan dini ini, Pemprov DKI berharap warga dapat mengambil langkah antisipatif sejak awal, seperti mengamankan barang penting, menghindari area rawan saat pasang, serta memperhatikan setiap pembaruan informasi resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *