BusinessCultureDestination

BPD PHRI Papua Mendukung Target Wisatawan Mancanegara 2019

Sejak dikukuhkannya pengurus dari BPD PHRI Provinsi Papua untuk periode 2017 hingga 2022 di Hotel Sahid 13 Mei lalu, sudah tersedia kemana arah aktivitas dari BPD PHRI Provinsi Papua.

Dengan menyatakan dukungannya terhadap pemerintah untuk support target dari pemerintah melalui Kementerian Pariwisata untuk mencapai target wisman sebanyak 20 Juta di tahun 2019. Sahril Hasan yang merupakan ketua BPD PHRI Provinsi Papua periode 2017-2022 menjelaskan bahwa untuk itu BPD PHRI Papua akan berusaha untuk bersinergi dengan pemerintah serta stakeholder Papua untuk memperkenalkan keunikan yang dimiliki Papua sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia.

“Jelang PON 2020 dan Visit Wonderful Indonesia 2019 nanti, kami ingin mempromosikan Daerah Papua. Seperti kita tahu, dengan kunjungan Presiden yang keenam kalinya dan dengan dibukanya beberapa jalan seperti Wamena ke Nduga merupakan perkembangan yang luar biasa,” kata Sahril.

Sahril juga menjelaskan bahwa salah satu upaya dalam memajukan potensi wisata di Papua cukup rumit karena berbeda dengan di beberapa destinasi kebanyakan, untuk di Papua kita harus bekerjasama dengan masyarakat adat sehingga kita bisa mendapat dukungan dan keterbukaan masyarakat adat.

Ketua Umum BPP PHRI Pusat yaitu Ir. Haryadi Sukamdani ikut menambahkan terkait target wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang serta 275 juta orang wisatawan nusantara di tahun 2019 merupakan target yang harus di prioritaskan.

“Ini adalah target yang realistis mengingat kita di Asean hanya urutan 4 dibandingkan dengan Negara Asean lainnya yang potensi wisatanya besar. Seperti Thailand, Malaysia dan Singapura,” tukas Haryadi.

Menurut Haryadi bahwa pihaknya telah melakukan upaya untuk mendukung dari Visit Wonderful Indonesia 2019 sebagai suatu branding atau pencitraan atas pariwisata yang sudah diakui seluruh dunia dengan banyaknya penghargaan serta peringkat Country Branding dunia yang cukup tinggi.

“Branding saja tanpa upaya untuk menjual maka brand tersebut tidaklah berarti bagi ekonomi wisata indonesia,” tambah Haryadi.

Guna mencapai target tersebut adalah diupayakan dengan join tour untuk pembentukan paket wisata yang kompetitif bagi wisatawan apalagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Indonesia, seperti menuju ke Papua.

Selain itu, untuk mendorong kunjungan wisata asing masuk ke Indonesia pihaknya melakukan join tour dengan memberikan paket wisata yang cukup kompetitif bagi wisatawan yang khususnya baru pertama kali datang ke Indonesia, seperti potensi di Papua.

“Kami berharap bahwa PHRI Papua nanti bisa menjembatani hubungan dengan masyarakat lokal. Juga sangat perlu PHRI untuk hadir di wilayah-wilayah potensi ekonomi baru, misalnya di daerah Skouw yang akan memberikan nilai tambah bagi daerah sekitar. Kami ucapkan selamat kepada pengurus PHRI Papua yang baru. Ini sebagai kesiapan untuk menghadapi PON 2020,” jelas Haryadi.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button