BULOG Paparkan Capaian 2025 dan Strategi Ketahanan Pangan 2026

0
WhatsApp-Image-2026-01-02-at-12.00.48

Perum BULOG memaparkan capaian kinerja strategis sepanjang tahun 2025 sekaligus mengumumkan arah kebijakan utama tahun 2026 dalam Konferensi Pers Awal Tahun yang digelar pada Jumat (2/1/2025) di Kantor Pusat Perum BULOG. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama Perum BULOG beserta seluruh jajaran direksi.

Berbagai capaian yang disampaikan menegaskan posisi BULOG sebagai instrumen negara dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung agenda besar Asta Cita Pemerintah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting dalam memperkuat peran BULOG di seluruh rantai pasok pangan nasional, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

“Tahun 2025 merupakan fase konsolidasi peran BULOG sebagai stabilisator pangan nasional. Fokus utama kami adalah melindungi petani, menjaga cadangan pangan, serta memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang stabil dan terjangkau,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Hingga 31 Desember 2025, BULOG mencatat total pengadaan setara beras nasional sebesar 3.191.969 ton. Capaian tersebut berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras.

Angka ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus menjaga keberlanjutan produksi dan pendapatan petani. Penyerapan GKP sepanjang 2025 juga tercatat sebagai yang tertinggi dalam sejarah Perum BULOG.

Menurut Direktur Utama, capaian tersebut tidak terlepas dari kehadiran aktif BULOG di lapangan dalam menyerap hasil panen petani sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

“Kami hadir langsung di tengah petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga yang layak. Ini bukan sekadar capaian statistik, melainkan wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan langkah penting menuju swasembada pangan,” tegasnya.

Selain beras, BULOG juga melakukan pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 101.770 ton melalui skema Public Service Obligation (PSO) dan 198 ton dari kegiatan komersial. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas harga jagung di tingkat produsen sekaligus menjamin ketersediaan pasokan nasional.

Di sisi distribusi, BULOG menyalurkan Bantuan Pangan hampir 785 ribu ton sepanjang 2025 sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Selain itu, penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras mencapai sekitar 795 ribu ton, sementara SPHP Jagung tercatat sebesar 51.211 ton.

“Intervensi pasar melalui SPHP dilakukan secara terukur dan diawasi ketat. Tujuannya menjaga stabilitas harga tanpa mengganggu mekanisme pasar, sekaligus melindungi kepentingan konsumen dan petani,” jelas Ahmad Rizal.

Perluasan Akses dan Respons Darurat

Dalam rangka memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau, BULOG bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia. Program tersebut mengantarkan BULOG meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Dari sisi kesiapan cadangan, hingga akhir 2025 stok PSO BULOG tercatat sebesar 3,25 juta ton. Capaian ini melanjutkan tren positif setelah BULOG mencatat stok tertinggi sepanjang sejarah, yakni sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan tahun 2025.

Dalam kondisi darurat, BULOG juga menunjukkan perannya dengan menyalurkan bantuan pangan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatera. Distribusi bantuan tersebut meliputi Aceh sebanyak 8.676 ton, Sumatera Utara 4.482 ton, dan Sumatera Barat 1.069 ton.

“Ketahanan pangan juga berarti kesiapan negara untuk hadir saat kondisi darurat. BULOG memastikan bantuan pangan tersedia dengan cepat dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak bencana,” tambahnya.

Melalui capaian tersebut, BULOG menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung target swasembada pangan yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *