Catat Potensi Transaksi Rp 2,1 Triliun, INABUYER B2B2G Expo 2025 Sukses Dorong Kemitraan UMKM dan Sektor Strategis

0
WhatsApp Image 2025-07-25 at 18.22.03

Gelaran INABUYER B2B2G Expo 2025 yang berlangsung selama tiga hari di Gedung Smesco Jakarta resmi ditutup pada 25 Juli 2025, dengan hasil yang menggembirakan. Pameran yang mempertemukan pelaku UMKM dengan instansi pemerintah, BUMN, swasta, dan ritel modern ini berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp 2,1 triliun, menandai langkah besar dalam membangun rantai pasok nasional berbasis produk dalam negeri.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Hari Ritel Modern Indonesia (HARMONI) yang akan diperingati pada 15 Agustus 2025. INABUYER B2B2G Expo tidak hanya menjadi ajang pameran dagang biasa, namun lebih jauh, menjadi platform strategis untuk memperkuat sinergi antara UMKM dan sektor strategis dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa di Indonesia.

Pameran ini berhasil mempertemukan lebih dari 1.000 pelaku usaha dari seluruh Indonesia dengan lebih dari 100 institusi dan perusahaan besar, termasuk kementerian/lembaga, BUMN, swasta nasional, dan jaringan ritel modern. Melalui berbagai sesi business matching, penawaran kontrak, dan komitmen pembelian langsung, sebanyak 827 UMKM berhasil menjalin kemitraan baru yang membuka akses pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.

Konsep B2B2G (Business to Business to Government) yang diusung dalam acara ini menunjukkan bahwa kerja sama antar sektor memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan UMKM. Model ini dinilai berhasil mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi produksi lokal secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Dalam seremoni penutupan, sejumlah pemangku kepentingan menyampaikan komitmen lanjutan untuk terus mendorong penguatan ekosistem UMKM nasional.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menyampaikan bahwa pameran ini membuktikan kualitas dan kesiapan UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok nasional. “UMKM Indonesia sudah terbukti mampu. Yang perlu kita jaga adalah kesinambungan dan pembinaan agar produk mereka bisa terus kompetitif, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Temmy Satya Permana, Deputi Bidang Usaha Kecil dari Kementerian Koperasi dan UKM, menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam memberi dukungan jangka panjang.

“Lewat pameran ini, UMKM mendapat akses pasar yang selama ini tertutup. Ini adalah bentuk nyata UMKM naik kelas. Pemerintah akan terus hadir dalam proses pendampingannya,” tegasnya.

Dalam rangka memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM, INABUYER juga menjadi momentum bagi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LLP-KUKM/Smesco Indonesia dengan HIPPINDO. Kerja sama ini ditujukan untuk pembinaan berkelanjutan, kurasi produk, serta akses distribusi melalui jaringan ritel modern nasional.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Hari Ritel Modern Indonesia (HARMONI) yang dirancang sebagai gerakan nasional untuk menyinergikan ritel modern dan UMKM dalam membangun ekonomi nasional berbasis produk lokal.

Penganugerahan INABUYER Awards 2025: Apresiasi untuk Mitra Terbaik

Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan kontribusi para mitra, panitia penyelenggara memberikan INABUYER Awards 2025 kepada peserta dengan performa terbaik. Berikut daftar pemenangnya:

  • Buyer K/L dengan Potensi Transaksi Terbesar: Kementerian Pertahanan
  • Buyer BUMN dengan Potensi Transaksi Terbesar: Pertamina
  • Buyer Swasta dengan Potensi Transaksi Terbanyak: PT Aeon Indonesia
  • Booth Exhibitor Terbaik: Bank Mandiri & Bank Indonesia
  • Exhibitor Terfavorit (Berbasis Media Sosial): Satu Visual & Loving Craft

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku usaha dan instansi untuk terus mendorong kolaborasi konkret di masa depan.

Keberhasilan INABUYER B2B2G Expo 2025 bukan hanya dilihat dari besarnya angka potensi transaksi, tetapi juga dari semangat gotong royong lintas sektor dalam membangun perekonomian nasional berbasis produk lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi jangka panjang untuk menjadikan UMKM sebagai aktor utama dalam pengadaan barang dan jasa baik di sektor publik maupun privat.

Dengan semakin banyaknya inisiatif seperti INABUYER, harapan akan ekosistem UMKM yang kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tingkat global, semakin nyata di depan mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *